Opini Nadiem Makarim Dari Pengusaha Masa Depan Menjadi Menteri Pendidikan Masa Depan

Nadiem Makarim Dari Pengusaha Masa Depan Menjadi Menteri Pendidikan Masa Depan

sisiusaha (23/10)

Teka teki posisi menteri kabinet pemerintahan Jokowi periode 2019-2024 terjawab sudah, salah satunya adalah Nadiem Makarim yang menduduki posisi menteri pendidikan RI. Hampir semua masyarakat Indonesia mengenal sosok Nadiem, tokoh muda pendiri GoJek, startup Decacorn kebanggaan, sebuah bidang usaha masa depan yang sekarang menjadi menteri pendidikan masa depan.

Seperti yang sering diucapkan Nadiem dalam berbagai kesempatan, bahwa dirinya lebih suka disebut sebagai seorang yang menekuni bisnis masa depan. Gojek yang merupakan bisnis Nadiem memang sarat dengan teknologi, bukan hanya sebagai sarana dan platform yang berteknologi tinggi, namun pola pikirnya juga selalu mengacu kepada masa depan, sehingga pertumbuhan bisnisnya jauh lebih cepat dari apa yang di proyeksikan.

Nadiem menyebut dirinya sebagai data-driven person, kalau kerja harus menggunakan data dan big data, serta menerapkan A/B testing untuk uji mana action yang paling efektif. Nadiem juga mampu melakukan revolusi bagaimana cara memanfaatkan the power of big data untuk merumuskan kebijakan dalam menjalankan bisnisnya. Kecakapan Nadiem melakukan A/B testing atau randomized control test, membuat tujuannya sangat terukur yaitu mana program yang efektif dan yang tidak.

Ini adalah sebuah metode yang powerful untuk merumuskan future policies, semua dilakukan berdasarkan data bukan feeling, sehingga peran objectivitas lebih dominan. Dengan pengalaman inilah, besar harapan kepada Nadiem sebagai menteri pendidikan mampu juga menerapkan data-driven thinking methodology yang amat dia kuasai dalam mengemban tugasnya.

Setidaknya ada dua hal yang dapat disasar, pertama dalam pengelolaan anggaran kemendikbud yang puluhan triliun menjadi lebih efektif dan powerful impactnya, kedua juga mewarnai target pendidikan untuk kebutuhan masa depan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa trend kedepan semakin tinggi ketergantungan akan teknologi baik di sektor bisnis swasta maupun pemerintahan, sehingga sumber daya manusia (SDM) juga sudah harus disiapkan untuk itu. Pola belajar mengajar juga sudah saatnya berubah menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Inilah tantangan terbesar bagi Nadiem dari pengusaha masa depan menjadi menteri pendidikan masa depan. (MAB)

 

Baca juga:

Elon Musk: Kecerdasan Buatan Bikin Manusia ibarat Simpanse

Mengenal Generasi Z, Kelebihan dan Kekurangan

 

Rekomendasi

Baca Juga