News Ridwan Kamil Tawarkan Program Petani Milenial Jawa Barat

Ridwan Kamil Tawarkan Program Petani Milenial Jawa Barat

sisiusaha (28/01/21)

Ridwan Kamil Tawarkan Program Petani Milenial Jawa Barat melalui Instagramnya, "MAU?" kata Kang Emil menawarkan kepada para follower-nya di Instagram. "Jika mau, siap2 ikut program PETANI MILENIAL JAWA BARAT. Di Februari tahun depan. Tanahnya dipinjami oleh pemerintah jika tidak punya dan produknya dibeli langsung oleh pemerintah dan forum off takers," katanya, (10/12/2020).

Namun, Kang Emil memberikan syarat bagi pemuda yang ikut mengikuti program Petani Milenial. "Syaratnya harus menguasai teknologi digital baik dalam produksi maupun dalam penjualannya," tuturnya.

Dikatakan Kang Emil, pasca Covid-19, banyak orang yang terpaksa jauh dari kota untuk menjauhkan juga dari penyakit. Namun penguasaan teknologi 4.0 akan mendekatkan semua orang pada peluang yang tidak terbatas seperti halnya ekonomi di perkotaan selama ini.

 

"Gagasan ini tadi saya sampaikan di depan Menteri Pertanian saat menerima penghargaan sebagai Gubernur terbaik dalam pengelolaan dan promosi ekonomi perkebunan," katanya. "Hayu jadi Petani Milenial!" ajak Kang Emil lagi.

Dalam kesempatan yang sama Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat ini memperkenalkan seorang petani muda asal Jawa Barat yang mendapatkan penghasilan fantastis dari kegiatannya bertani. Melalui akun Instagram @ridwankamil, mantan wali kota Bandung itu menulis, "PETANI MILENIAL JAWA BARAT. Tinggal di desa, rejeki kota dan bisnis mendunia."

Kang Emil- sapaan akrab Ridwan Kamil menyebut petani milenial tersebut adalah Wisnu Saepudin, 26 tahun, anak muda di Kabupaten Bandung Barat yang mendapatkan penghasilan Rp20 juta sebulan dengan bertani paprika di tanah seluas 1.200 meter persegi (m2).

Gerakan Petani Mileinial sesungguhnya secara diam-diam juga telah dimulai sejak tahun 2019 oleh salebak one stop organic, sebuah komunitas yang peduli terhadap pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture) di Ciamis, Jawa Barat. Melalui pendekatan Pola Tanam Organik (PTO), salebak mengajarkan kepada petani bagaimana melakukan proses pola tanam organik, dari penyiapan lahan hingga pembuatan pupuk organik secara mandiri.

Salebak juga menggunakan Technologi Informasi sebagai sarana pemantauan perkembangan serta komunikasi data lapangan sesama anggota komunitas, sehingga persolaan yang terjadi dilapangan dapat di bagikan dan dicari solusinya secara bersama. Berbagai data lapangan diolah dan dijadikan sebagai "Big Data" yang dapat dipakai sebagai rujukan solusi.

Program salebak yang terbaru dalam pemberdayaan petani dengan pola tanam organik adalah memberikan subsidi harga pembelian kepada anggota komunitasnya untuk mendapatkan tepung zeolite sebagai pembenah tanah, program ini didukung oleh zeolite.id sebuah brand dari perusahaan tambang dan pengolahan tepung zeolite PT. Zeolite Natura Tangguh di Kabupaten Tasikmalaya. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga

https://sisiusaha.com/news 2021-01-29T02:52:12+00:00 0.80