News Pemerintah Kota Tasikmalaya Harus Serius Perhatikan Industri Kreatif  

Pemerintah Kota Tasikmalaya Harus Serius Perhatikan Industri Kreatif  

Sisiusaha (11/4)

“Pemerintah harusnya sudah mampu mengakomodir kebutuhan generasi milenial untuk bergerak di sektor industri kreatif. Kota Tasikmalaya punya sumber daya manusia yang mumpuni untuk itu, makanya selalu saya tekankan Pemerintah untuk terus menggali potensi dan bakat generasi milenial di Kota Tasikmalaya.”

Demikian disampaikan Calon Legislatif DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1 dari partai Nasdem, saat ditemui di RM Lekker, sebagai respon dari aspirasi beberapa generasi milenial di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, saat ini Pemerintah Kota Tasikmalaya belum maksimal untuk mendukung kemajuan industri kreatif. “Memang harus ada perwakilan rakyat yang berani mendorong hal tersebut ke Pemerintah Kota Tasikmalaya,” tegas Anne.

Anne bilang, dari sektor musik misalnya, harusnya Pemerintah bisa buat wadah untuk mengorganisir mereka yang minat di bidang musik. Menurut Anne, tidak berlebihan jika dinas terkait bisa memberikan fasilitas studio gratis untuk latihan dan rekaman para musisi di Kota Tasikmalaya.

“Jangan sampai bakat-bakat musisi Kota Tasikmalaya tidak tersalurkan hanya karena masalah dana. Kalau bisa sekalian kita gabungkan mereka dan pilih mana yang menghasilkan musik berkualitas untuk kemudian dibantu dalam beberapa aspek,” terang Anne. Ia melanjutkan, sektor ini tidak boleh dilepas begitu saja, karena banyak musisi-musisi yang berhasil membawa nama daerahnya di kancah internasional.

Sementara itu, menanggapi geliat industri kreatif di sektor kerajinan, Anne cukup yakin bahwa payung geulis dan bordir bisa menjadi modal awal Kota Tasikmalaya untuk dikenal di luar daerah. “Saya berpikiran Kota Tasikmalaya ini masih kurang daya tariknya. Saya ingin wisatawan banyak datang ke Kota Tasikmalaya dan memang mencari kerajinan-kerajinan khas Kota Tasikmalaya,” tegas Anne.

Satu hal lagi yang menjadi fokus Anne, yakni Kota Tasikmalaya masih berada dibawah baying-bayang Kota Bandung. Mantan pramugari tersebut mengaku, jika ditanya daerah asal, kebanyakan orang Tasikmalaya menyebut berasal dari Bandung, karena lebih dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Sedangkan kalau kita sebut berasal dari Tasikmalaya itu masih ada kekhawatiran kalau Kota kita belum dikenal banyak orang,” ujar Anne.

Menjelang Pemilu Legislatif 17 April nanti, Anne menawarkan diri untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kebutuhan generasi milenial supaya bisa menghasilkan bagi perekonomian mereka secara khusus, dan perekonomian Kota Tasikmalaya secara keseluruhan. “Kalau saya nanti menerima mandat ini, saya bisa pastikan program riil untuk generasi milenial. Lagi-lagi saya tekankan, mari sama-sama kita gali potensi sumber daya manusia di Kota Tasikmalaya dan kembangkan yang sudah ada,” pungkas Anne. (WeBe)

 

Berita Terkait:

Pemudi Kota Tasikmalaya: Kota Tasikmalaya Berpotensi Menjadi Daerah Maju

Musisi Kota Tasikmalaya Membutuhkan Wadah untuk Berkumpul

Rekomendasi

Baca Juga