News Perempuan Kota Tasikmalaya Inginkan Akses untuk Bisnis

Perempuan Kota Tasikmalaya Inginkan Akses untuk Bisnis

Sisiusaha (6/4)

Maraknya dunia bisnis, membuat setiap pihak ingin terlibat. Pada masa kini, perempuan pun banyak yang ingin terlibat langsung dengan dunia bisnis di Kota Tasikmalaya. Namun, beberapa di antara mereka masih merasa adanya kendala untuk berbisnis.

Tak terkecuali Irma, seorang pegawai di sebuah bioskop di Kota Tasikmalaya yang sudah menjalani bisnis kosmetik selama setahun terakhir. “Bisnis kosmestik saya bentuknya online. Ya awalnya saya coba-coba pakai sendiri, ternyata banyak teman-teman yang suka dan akhirnya beli terus ke saya,” ucap Irma.

Perempuan berusia 20 tahun itu mengaku, seandainya ada akses lebih untuk berbisnis, maka dirinya akan meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai swasta. “Soalnya kalau bisnis itu kan tidak dikejar waktu. Bisnis kan kita harus kelola bagaimana saat susah, dan itu merupakan sebuah tantangan. Jangan sampai kalau lagi jatuh kita menyerah,” tegas Irma.            

Irma awalnya memberi produk dari Hetty Koes Endang untuk kemudian dijual dalam bentuk paket. Satu paket yang berisi sabun, krim siang, krim malam, toner, dan  masker itu bisa terjual sebanyak 80 paket dalam sebulan. Irma menjual sepaket kosmetik tersebut seharga Rp 200.000.

Saat ini, Irma mengaku, membutuhkan lapak sendiri sehingga tidak hanya berjualan secara online. Terutama juga butuh modal, paling tidak sebesar 80 Juta, karena disamping bisnis kosmetik dirinya juga ingin membuka bisnis kebaya. Karena kurangnya pengetahuan terhadap akses permodalan, Irma hanya menabung dari gajinya saat ini untuk mengembangkan bisnisnya.

Selain itu, Irma juga menyampaikan, banyaknya perempuan di Kota Tasikmalaya yang ingin berwirausaha. Kebanyakan dari mereka memang kurang mengerti bagaimana cara memulainya. “Banyak juga yang ingin terlibat. Jadi ya mereka harus coba untuk mulai bisnis sedari dini,” tutur Irma.

Oleh karena itu, Irma merasa, perempuan di Kota Tasikmalaya harus dimudahkan aksesnya. Irma juga berpendapat, saat berkeluarga nanti dirinya ingin fokus berbisnis. Selain untuk menambah pendapatan keluarga, bisnis tersebut pun bisa diserahkan kepada anak-anaknya nanti, sehingga menjadi bisnis keluarga.

Ia menginginkan adanya instansi atau program yang mendekatkan perempuan-perempuan di Kota Tasikmalaya dengan akses ke dunia bisnis. Menurutnya, perempuan sekarang sudah harus aktif untuk berbisnis demi meningkatkan harkat perempuan sekaligus membantu perekonomian keluarga.

Hal ini senada dengan pernyataan Anne Yuniarti, Calon Legislatif DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1 dari Partai Nasdem. Menurutnya, perempuan harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi usaha. “Kesempatan ini harus dibuka seluas-luasnya oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya, seperti penyuluhan, permodalan, dan fasilitas-fasilitas ibu di ruang terbuka,” jelas Anne.

Untuk mencapai hal tersebut, perempuan juga harus mempunyai perwakilan di dewan legislatif, baik itu DPRD Tingkat 2, DPRD Tingkat 1, dan DPR RI. “Karena yang mengerti kebutuhan perempuan itu ya harus perempuan juga. Kami punya sudut pandang tertentu yang tidak dimiliki laki-laki, dan kami lebih menjiwai perspektif tersebut,” pungkas Anne.

Jika nantinya terpilih, Anne akan fokus ke pembuatan warung konvensional untuk perempuan yang berumah tangga, karena usaha tersebut bisa dilakukan tanpa meninggalkan rumah. Dengan demikian, perempuan bisa sekaligus menjalankan bisnis dan mengurus kebutuhan rumah tangga. (WeBe)

Rekomendasi

Baca Juga