News Mbah Gotho, Pria Tertua Di Dunia

Mbah Gotho, Pria Tertua Di Dunia

sisiusaha (03/9)

creative people.. Mendapat anugerah umur panjang adalah sebuah bonus yang diberikan Tuhan kepada makhluk ciptaanNya. Seperti  Mbah Gotho, seorang pria tua renta usia 145 tahun yang tinggal di Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, jawa tengah ini bisa jadi merupakan manusia tertua di dunia.

Kakek yang bernama lengkap Sodimejo lahir pada 31 Desember 1870 dan akrab disapa sebagai Mbah Gotho ini kesepuluh saudaranya sudah lama meninggal dunia. Demikian pula dengan empat istri. Yang menyedihkan dia juga sudah ditinggalkan anaknya. Keluarga Mbah Gotho yang tersisa adalah cucu, cicit, dan canggah (keturunan ke-4, atau anak cicit).

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan tim dari Kantor Arsip dan Dokumentasi Sragen beberapa waktu lalu, saat dilahirkan, Mbah Gontho bernama Saparman, baru kemudian setelah menikah sesuai tradisi masyarakat Jawa saat itu, dia berganti nama menjadi Sodimejo. Nama Gotho sendiri di kalangan pedesaan bermakna sebagai seseorang yang selalu bersemangat dan cenderung menggunakan otot ketika berjalan atau bertindak.

Di usianya yang sudah renta, Mbah Gotho masih terlihat cukup sehat, meski badannya membungkuk dan lebih banyak duduk. Sayangnya fungsi pendengaran Mbah Gotho sudah semakin melemah. Kendati usianya sudah renta namun ingatannya masih jernih dan penuturannya masih lancar dan runtut.

"Saya ini lahir di hari Kamis Wage, bulan Sapar, makanya orang tua saya memberi nama Saparman," ujarnya. Dia mengungkapkan kalau dirinya sudah tak menginginkan apapun. keinginannya cuma satu yaitu dia ingin meninggal dunia. "Saya hanya ingin mati. Cucu-cucu saya semuanya sudah mandiri," katanya saat ditemui wartawan, Selasa (30/8) malam.

Salah satu cucunya mengungkapkan bahwa sang kakek telah mempersiapkan kematiannya sejak dia masih berusia 122 tahun. Dia bahkan sudah mempersiapkan lokasi kubur di dekat makam anak-anaknya. "Nisan sudah dibuat tahun 1992. Itu berarti sudah 24 tahun," kata sang cucu. Ketika ditanya soal rahasia umur panjangnya, Gotho hanya menjawab singkat. "Resepnya hanya kesabaran."

Saat ini, Mbah Gotho tinggal di rumah milik salah satu cucunya bernama Suryanto yang juga warga Cemeng. Meski kesehatannya mulai berkurang, namun untuk usia setua Mbah Gotho tergolong luar biasa. Setahun terakhir dia terlihat semakin sulit berjalan, lebih banyak menghabiskan waktu duduk di ruang tengah rumah cucunya itu sembari menikmati sebatang demi sebatang rokok yang disediakan cucunya. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga