Trivia Batik Salem, Brebes

Batik Salem, Brebes

sisiusaha (23/10)

crative people.. Batik Salem atau yang dikenal dengan motif Batik Brebesan adalah salah satu kekayaan asal Kabupaten Brebes, yang telah menjadi komoditas ekonomi warga Desa Bentar dan Bentarsari Kecamatan Salem.

‎Meskipun termasuk di wilayah Jawa Tengah, hampir sebagian besar masyarakat di Kecamatan Salem menggunakan bahasa Sunda untuk berinteraksi satu sama lain. Memang Kecamatan Salem sendiri berada di paling barat di Kabupaten Brebes yang berbatasan langsung dengan Kuningan, Jawa Barat.

Maestro sejarawan di Kabupaten Brebes, Atmo Tan Sidik, menuturkan "interaksi masyarakat di sana memang menggunakan bahasa Sunda sejak dulu. Jadi kalau ngomong Jawa sulit dipahami, dan kebanyakan kalau kesulitan jika ada warga yang datang. Warga setempat menggunakan bahasa Indonesia."

Para perajin batik di Kecamatan Salem memang masih berskala rumah tangga. Sehingga tidak sama dengan perajin batik dari Yogya, Solo, ataupun Pekalongan yang kini sudah dikelola secara industrial.

Perajin di Kecamatan Salem, para ibu di sana membuat batik hanya untuk mengisi waktu luang selesai melakukan tugas rumah tangga. Sedangkan, sebagian lainnya para ibu yang membatik sambil menunggu warung ataupun kios di depan rumah mereka. "Jadi memang hasil produksinya tidak banyak. Namun, kualitas nya bisa dibandingkan dengan batik dari daerah lainnya," kata dia.

‎Atmo membeberkan, Batik Salem merupakan satu-satunya batik yang masih orisinil 100 persen dari pada batik lainya yakni, masih mempertahankan pembuatan batik salem dengan canting atau tangan.

"Jadi batik salem itu semuanya ditulis atau decanting pakai tangan. Belum ada yang sampai dibuat dengan cap ataupun print seperti industri batik yang berkembang sekarang ini. Hal inilah yang disebut masih orisinil 100 persen," jelasnya.

‎Meskipun dibuat menggunakan tangan dan membutuhkan waktu yang lama, kualitas batik salem mampu bertahan lebih lama dibandingkan batik cap ataupun printing. Di daerah lain, kebiasaan itu telah lama ditinggalkan para perajin, karena dianggap kurang produktif dan efisien.

Menurut dia, beberapa kelebihan batik tangan dibandingkan dengan batik yang dibuat dengan cap. Yang paling utama, hasil karya batik tangan lebih artistik. Nilai lebih itulah yang membuat batik tangan diburu para kolektor batik. Selain itu, batik tangan juga lebih panjang dari segi usia. Di Kecamatan Salem, lanjut dia, terdapat 20 lebih jenis motif yang dibuat perajin batik salem.

Lebih dari 20 motif, tiga di antaranya yaitu motif kopi pecah, manggar dan ukel dengan ciri khas warna hitam dan putih merupakan yang terbaik dan paling diminati pembeli. Ketiga jenis motif tersebut tidak dapat diproduksi secara industrial, tetapi hanya dapat dibuat dengan tangan.

Kini satu lagi motif dari batik salem yang menggambarkan produk unggulan kota Brebes, dalam satu helai kain bergambar bebek dan juga bawang merah, gambar bebek menunjukan penghasil telur asin, gambar bawang merah ,karena merupakan salah satu produk unggulan daerah Brebes.

 

Motif tersebut sengaja diciptakan oleh seorang perajin batik salem dari desa bentar salem, dengan maksud memberi sumbangsih kepada daerah Brebes. Sementara pemakai motif ini adalah PNS di berbagai instansi di wilayah Brebes.

Batik Brebesan yang saat ini terus untuk bersaing merebut pasar nasional maupun internasional banyak dipengaruhi oleh daerah lain. Balai Besar Kerajinan Batik Jogjakarta mencatat berbagai peperangan yang terjadi pada abad ke 17,18 dan 19, merupakan faktor penyebaran batik ke berbagai daerah.

Perang saudara kerajaan Mataram pada tahun 1680 antara Pangeran Puger dan Amangkurat III dan VOC telah memunculkan batik Banyumasan. Tidak hanya itu, Keberadaan Raja Amangkurat I tahun 1646-1677 dari Keraton Kasunanan Surakarta juga telah memengaruhi keberadaan batik Tegalan.

Keberadaan Batik Brebesan muncul sekitar abad ke 19, tepatnya pada tahun 1917 masehi. Menurut sumber yang didapat, keberadaan batik Brebesan atau batik Salem berawal dari kedatangan putri pejabat Pekalongan yang datang ke Salem, Brebes. Pada saat itu, sang putri jatuh cinta kepada pemuda Salem yang akhirnya menikah dan menetap di Desa Bentar.

Dari kejadian tersebut, akhirnya keberadaan batik mulai muncul di Desa Bentar dan akhirnya menyebar ke desa tetangga, seperti Desa Bentarsari dan lainnya. (RED)

 

sumber: wikipedia

Rekomendasi

Baca Juga