Trivia Dongeng Kopi Jogja, Lebih Dari Sekedar Tempat Ngopi

Dongeng Kopi Jogja, Lebih Dari Sekedar Tempat Ngopi

sisiusaha (14/9)

creative people.. Ketika minum kopi menjadi gaya hidup, banyak pengusaha yang menangkap peluang ini untuk mencoba keberuntungan bikin usaha kedai kopi sederhana sampai dengan cafe kopi mewah. Salah satunya di Jogja ada Dongeng Kopi, sebuah cafe yang terbilang cukup unik. Cafe Dongeng Kopi ini berada di Jl. Wahid Hasyim no 3, Gorongan, Condongcatur, Depok, Sleman.

Dongeng kopi ini digagas oleh tiga pengusaha muda yang cinta akan kopi. Mereka adalah Renggo Darsono (28), Alang Bhintaka (28), dan Agus Mahardijoyo (28). Usaha cafe milik mereka tersebut sudah berjalan sejak 2014 hingga saat ini. Awalnya, pada 2012 lalu, Dongeng Kopi adalah nama sebuah akun twitter yang fungsinya sebagai media diskusi untuk para pecinta kopi.

"Kopi itu mempertemukan banyak orang dari setiap latar belakang yang berbeda-beda. Kopi menyuburkan percakapan saat bersilaturahmi", tutur Renggo. Renggo, Alang dan Agus memiliki pengalaman yang berbeda untuk memahami secara mendalam tentang dunia kopi. Hingga pada akhirnya mereka bertemu dan memiliki cita-cita yang sama.

"Kami di sini bukan saja berjualan kopi, namun ada hal lain, yaitu edukasi mengenai kopi kepada masyarakat," tutur Alang Bhintaka. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan edukasi kepada petani kopi untuk meningkatkan mutu serta bimbingan pemasarannya. Mereka juga membeli langsung dari petani kopi tanpa menawar harga, "Petani dapat harga tinggi, sementara dongeng kopi mendapat harga yang lebih murah karena tanpa melalui mata rantai distribusi dan pemasaran pengepul," lanjutnya.

Konsep yang ada di Dongeng Kopi ini menyajikan kopi dari hulu hingga ke hilir. Dongeng Kopi ini menyajikan dengan cara mengenalkan tentang kopinya. Misalnya, "ini kopi Toraja, Toraja Marinding dari daerah ini, petaninya namanya ini," jadi ada cerita tersendiri dari setiap kopi yang disajikan. Semua kalangan (usia produktif) pun bisa masuk, namun kebanyakan para mahasiswa dan para bule-bule yang datang untuk menikmati setiap kopi.

"Kita harus cari dari hulu hingga ke hilir, para petani kopi harus kita pejuangkan dan harus mengetahui karakter para petani kopi itu seperti apa," begitulah harapan dari Mas Alang, Mas Rengga, dan Mas Agus. Omset yang didapat dongeng kopi ini lebih dari 100 juta setiap bulannya. (RED)

Baca Juga: 

Ini Penjelasan Mengapa Kopi Ketika Dingin Berubah Rasa

AQUIEM, Rahasia Air Seduhan Kopi Berkualitas

Kopi organik enema bisa kembangkan ekonomi kreatif

Indonesian Coffee Week..

Tung Tau, Warung Kopi Legendaris di Bangka

Rekomendasi

Baca Juga