Trivia Susu Ragi, Alternatif Susu Tanpa Hewan Bagi Vegetarian

Susu Ragi, Alternatif Susu Tanpa Hewan Bagi Vegetarian

sisiusaha (10/9)

creative people.. Susu merupakan minuman sehat yang penuh gizi, namun bagi sebagian orang yang vegetarian dan pengidap alergi laktosa tidak mengkonsumsi susu yang berasal dari hewan dan menggantinya dengan susu kedelai atau kacang almond. Sebuah penelitian berhasil membuat produk susu alternative yang memiliki rupa dan rasa seperti susu sapi, tetapi tidak melibatkan sapi dalam pembuatannya. 

Tak seperti produk pengganti susu sapi yang berasal dari kedelai, kacang almond atau beras, produk baru ini tetap berasal dari protein susu. Tapi bukannya diproduksi oleh sapi, protein-protein ini diproduksi oleh ragi, dan hasilnya berupa susu yang bebas laktosa. Susu ini juga bisa diubah menjadi keju dan yoghurt dengan cara yang sama dengan susu biasa, dan rasanya tetap sama.

Untuk membuat susu tersebut, ilmuwan memberi makan ragi susu untuk mengoptimalkan produksi protein susu asli, termasuk casein, protein utama pada keju. Cara ini sangat mirip dengan proses yang biasa digunakan secara komersial dalam memproduksi obat-obatan, vaksin dan beberapa produk makanan.

Setelah itu, mereka menambahkan lemak nabati, vitamin, mineral dan gula. Produk akhirnya memiliki nutrisi dan fungsi serupa dengan susu sapi, hanya saja tanpa laktosa, antibiotik dan hormon pertumbuhan. "Proses ini lebih bersih dan efisien dalam segi sumber daya dibandingkan peternakan. Selain itu juga menjadi landasan pendekatan baru untuk memproduksi susu jenis baru," demikian pernyataan dalam situs Perfect Day, perusahaan teknologi makanan dibalik penemuan ini.

Hasil studi awal oleh Mark Steer, peneliti dari University of the West of England dan Hanna Tuomisto dari European Commision Joint Research Centre menunjukkan, susu tanpa sapi ini merupakan penemuan menjanjikan. "Data awal menunjukkan produksi susu dari ragi ini dapat mengurangi hingga 98 persen air, 91 persen lahan dan gas buangan berupa karbon hingga 84 persen jika dibandingkan produksi susu tradisional," tulis para peneliti.

Namun perlu digaris bawahi, bahwa ini masih merupakan hasil awal, dan belum belum teruji secara pasti. Jika sudah teruji secara keseluruhan dan hasil akhir tetap sama, produksi susu ragi dapat menjadi jalan tengah bagi masalah pangan dan lingkungan di planet ini.

Sejak tahun 2014, produk ini masih terus menjalani proses penyempurnaan. Rencananya, produk ini mulai akan diproduksi massal pada akhir tahun 2017. Belum dapat dipastikan apa produk pertama yang dikeluarkan, tapi kemungkinan berupa keju atau yoghurt. Pihak Perfect Day mengusahakan agar harga prosuk susu ini terjangkau dan tak berbeda jauh dengan produk susu sapi. Perusahaan tersebut juga menyatakan, produk ini hadir sebagai pelengkap susu sapi, bukan pengganti susu sapi secara keseluruhan. (RED)

sumber: National Geographic Indonesia, www.sciencealert.com, www.perfectdayfoods.com, www.fastcoexist.com

Rekomendasi

Baca Juga