Trivia Asal Usul Ketupat Lebaran

Asal Usul Ketupat Lebaran

sisiusaha (29/6)

creative people.. Salah satu menu wajib di saat lebaran adalah ketupat lebaran, dengan berbagai lauk pendamping seperti rendang, opor, gulai, sambel goreng kentang, dan lainnya, ketupat menjadi satu komponen inti yang tidak bisa dihilangkan. Ia akan hadir pada setiap meja makan keluarga di saat lebaran. Namun tahukah asal usul ketupat lebaran?

Makanan ini ternyata diperkenalkan saat Islam masuk ke tanah Jawa. Sunan Kalijaga orang yang diperkirakan memperkenalkan makanan ini kepada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Sampai sekarang tradisi Lebaran ketupat ini juga masih bisa ditemukan di beberapa daerah Jawa, seperti Cirebon misalnya.  Beberapa pesantren pun masih melanggengkan Lebaran kupat sebagai tanda selesainya puasa sunah awal Syawal.

Tradisi ketupat (kupat) lebaran adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa ku = ngaku (mengakui) dan pat =lepat (kesalahan) yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Asimilasi budaya dan keyakinan ini akhirnya mampu menggeser kesakralan ketupat menjadi tradisi Islami ketika ketupat menjadi makanan yang selalu ada di saat umat Islam merayakan lebaran sebagai momen yang tepat untuk saling meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Pada saat lebaran umat Muslim membuat ketupat yang berasal dari daun kelapa muda dengan isian beras. Setelah matang, ketupat-ketupat ini dibagikan kepada tetangga dan sanak saudara sebagai tanda kebersamaan dan menjalin ikatan tali silaturahmi.

Menurut ahli sejarah, ketupat lebaran ini memiliki makna diilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat ini mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Setelah dibuka akhirnya akan terlihat nasi yang putih, yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan. Bentuk ketupat ini mencerminkan kesempurnaan, semuanya itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri. Karena kupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, maka dalam pantun Jawa pun ada yang bilang “Kupat santen”, Kula lepat nyuwun ngapunten (saya salah mohon maaf). (RED)

Rekomendasi

Baca Juga