Trivia Umar Ibnu Khattab

Umar Ibnu Khattab

sisiusaha (27/6)

creative people.. Dalam sejarah Islam dikenal seorang khalifah yang bernama Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih populer dengan Umar bin Khattab. Umar bin Khattab berasal dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari Bani Makhzum.

Pada zaman jahiliyah keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka. Sebelum memeluk Islam, Umar adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah. Umar juga dikenal sebagai seorang peminum berat, beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam (Jahiliyyah), Umar suka meminum anggur.

Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah. Sebelum memeluk Islam, Umar adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah, sebagaimana tradisi yang dijalankan oleh kaum jahiliyah Mekkah saat itu, Umar juga mengubur putrinya hidup-hidup sebagai bagian dari pelaksanaan adat Mekkah yang masih barbar.

Ketika Nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam secara terbuka di Mekkah, Umar bereaksi sangat antipati terhadapnya, kaum Muslim saat itu mengakui bahwa Umar adalah lawan yang paling mereka perhitungkan, hal ini dikarenakan Umar yang memang sudah mempunyai reputasi yang sangat baik sebagai ahli strategi perang dan seorang prajurit yang sangat tangguh pada setiap peperangan yang ia lalui. Umar juga dicatat sebagai orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Nabi Muhammad SAW.

Umar masuk islam yaitu ketika memutuskan untuk mencoba membunuh Nabi Muhammad S.A.W., namun saat dalam perjalanannya ia bertemu dengan salah seorang pengikut Nabi Muhammad S.A.W. bernama Nu'aim bin Abdullah yang kemudian memberinya kabar bahwa saudara perempuan Umar, Fatimah binti khattab telah memeluk Islam. Umar terkejut dan pulang ke rumahnya dengan maksud untuk menghukum adiknya. Umar menjumpai saudarinya itu sedang membaca Al Qur'an surat Thoha ayat 1-8, ia semakin marah akan hal tersebut dan memukul saudarinya. Ketika melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat, diriwayatkan Umar menjadi terguncang oleh apa yang ia baca tersebut, beberapa waktu setelah kejadian itu Umar menyatakan memeluk Islam, akibatnya Umar dikucilkan dari pergaulan Mekkah dan ia menjadi kurang atau tidak dihormati lagi oleh para petinggi Quraisy yang selama ini diketahui selalu membelanya. 

Setelah masuk Islam, Umar adalah sosok orang yang tegas dan berani dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga Rasulullah memberikan gelar Al Faruq, yang artinya pembeda. Banyak ditemukan sikap pembela kebenaran dan penegak kebajikan pada Umar. Dan itu semua nyata adanya, bukan rekayasa. Mereka pernah hidup dan mencetak prestasi dan karya besarnya untuk umat ini.

Pada tahun 622 M, Umar ikut bersama Nabi Muhammad SAW dan pemeluk Islam lain berhijrah ke Yatsrib (Madinah). Ia juga terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia dianggap sebagai seorang yang paling disegani oleh kaum Muslim pada masa itu karena selain reputasinya yang memang terkenal sejak masa pra-Islam, juga karena ia dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam. Pada saat kabar wafatnya Nabi Muhammad SAW pada 8 Juni 632 M (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah) suasana sedih dan haru menyelimuti kota Madinah, sambil berdiri termenung Umar dikabarkan sebagai salah seorang yang paling terguncang atas peristiwa itu.

Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasihat kepalanya. Setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah kedua dalam sejarah Islam. 

Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar.

Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.

Diantara para sahabat yang lain, bisa dikatakan Umar bin Khattab adalah orang paling berani di antara yang lain. Sebelum memeluk Islam, bisa dikatakan dia adalah premannya kafir Quraisy. Begitu juga setelah masuk Islam, beliau malah menjadi tokoh sahabat utama yang paling disegani di Mekah. Ada riwayat yang mengatakan bahawa ketika dia melewati suatu jalan, kaum muslimin sangat segan, orang kafir berlarian, dan bahkan setan pun tunggang langgang.

Disamping memiliki keberanian yang luar biasa, Umar juga merupakan sosok yang tegas dalam menegakkan hukum Allah, memiliki rasa kasing sayang yang besar, kesabaran yang tiada batas, selalu memilih mengutamakan budi pekerti dan ajaran agamanya dalam bertindak dan sangat peduli terhadap rakyatnya.

Dalam sebuah kisah diceritakan, suatu malam ketika Umar berjalan di sebuah desa, lalu menemukan seorang ibu dan beberapa orang anaknya yang kelaparan. Ibu itu membujuk agar anak-anaknya itu tidak menangis karena sebentar lagi makanan akan matang. Lalu diketahui bahwa yang direbus itu adalah batu. Lalu Umar pun bergegas ke kota dan mengambil sekarung gandum di gudang. Beliau menyuruh pengawalnya meletakkan gandum itu di punggungnya. Pengawalnya kasihan dan mengatakan biarlah dia yang mengangkat gandum itu. Tetapi beliau bersikeras mengangkatnya sendiri. Beliau tidak rela bila api neraka membakarnya karena hal ini.

Lalu Umar pun menyerahkan sekarung gandum kepada ibu tadi seraya mengatakan "Mengapa engkau tidak mendaftarkan diri ke Baitul Mal kepada khalifah? Besok engkau pergilah ke kota dan temuilah khalifah dan Keesokan harinya ibu itu sangat terkejut karena ternyata laki-laki yang ia temui semalam adalah khalifah itu sendiri.
 
Umar wafat pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M, Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lulu'ah (Fairuz), seorang budak yang fanatik pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara adidaya, oleh Umar. Setelah wafat, jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.

 

creative people.. Ada sebuah kalimat bijak yang di sampaikan Umar Ibnu Khattab dan bisa kita jadikan pegangan dalam bersikap yaitu "Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena mungkin celamu lebih banyak darinya serta Bila engkau hendak memuji seseorang, maka pujilah Allah, karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah." (RED)

Rekomendasi

Baca Juga