Trivia SENG paman KUNI

SENG paman KUNI

sisiusaha (25/6)

creative people.. Dalam dunia pewayangan dikenal SENGKUNI, sebuah tokoh dengan karakter munafik, licin, licik, culas, hasut dan penuh tipu muslihat. Sengkuni terkenal dengan prinsip hidupnya yang ekstrem, biarlah orang lain menderita yang penting hidupnya bahagia.

Sangkuni, atau yang dalam ejaan Sansekerta disebut Shakuni (Dewanagari: Śakuni) atau Saubala (patronim dari Subala) adalah seorang tokoh antagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan paman para Korawa dari pihak ibu. Sangkuni terkenal sebagai tokoh licik yang selalu menghasut para Korawa agar memusuhi Pandawa.

Mungkin karakter Sengkuni dapat dijumpai di sekitar kehidupan kita, atau bahkan berada dalam lingkaran keluarga sendiri. Tak pelak lagi ketika manusia telah serakah akan target pencapaian kuasa dan materi dalam membangun kebanggaan diri, tanpa memiliki hati nurani, ketika itu yang ada hanya rasa kepuasan terhadap egoisme sendiri.

Seperti sebuah kisah sengkuni masa kini, berawal ketika "SENG paman KUNI" ini sepulang dari perantauan nun jauh dari seberang dan kembali ke negeri kelahirannya, dengan bermodal sisa pundi-pundi yang ada mulai membangun sebuah kehidupan baru. Tak lama berselang terserang penyakit yang cukup mengkhawatirkan sehingga perlu perawatan panjang.

Dalam masa lemah dan tak berdaya "SENG paman KUNI" ini mendapat perhatian, kasih sayang dan selalu dihormati oleh lingkungan terdekatnya yang dengan ikhlas membantu pemulihan fisik maupun psikisnya. Singkat cerita Sengkuni kembali bugar dan mampu meneruskan kehidupannya. Namun bukan rasa syukur dan hikmah yang didapatnya, akan tetapi justru kesombongan, kecongkakan dan egoistik lah yang dikedepankan terhadap lingkungan sekitarnya. Perlahan orang yang menolong serta menemani di kala lemah pun berubah dijadikan musuhnya.

Hingga suatu saat "SENG paman KUNI" dipercaya oleh saudaranya untuk mengelola usaha dengan skala yang lebih besar, di saat itulah laju kesombongan, keangkuhan dan kelicikan semakin menjadi. Karena tujuan hidupnya hanya untuk materi sehingga cara pandang dan pola pikir pun selalu menggunakan parameter materi. Berbagai cara menjadi lazim dilakukan, selalu merasa benar sendiri, membuat jarak hubungan silaturahmi murni yang hakiki, menyanjung kepada orang yang lebih berharta diatas dirinya dan meremehkan orang lemah dibawahnya. Semua wajib setuju atas keputusannya dan menjadi musuh ketika menolaknya.

Mungkin "SENG paman KUNI" ini lupa bahwa dunia ini berputar, semua ada batasnya dan maut pasti datang menjemputnya, dimana saat itu entah sedang berada di kondisi dan level harta yang seberapa, namun dapat dipastikan bahwa harta, kesombongan dan keangkuhannya tidak akan mampu menyelamatkannya, apalagi tangis kesedihan orang sekitar yang telah mendapat perlakukan atas sikapnya justru akan menambah kegelisahan sebagai pengantar akhir hayatnya.

creative people.. Kisah "SENG paman KUNI" ini selayaknya dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua, bahwa sesungguhnya pada akhirnya nilai dan kualitas seseorang itu bukan diukur dari kedudukan dan kekayaannya, namun dari akhlak mulianya. Semoga kita semua dijauhkan dari karakter paman Sengkuni. (M Abduh Baraba/CEO sisiusaha network)

Rekomendasi

Baca Juga