Opini Ajari Kami Agar Pintar, Jangan Terus Bodohi Kami..

Ajari Kami Agar Pintar, Jangan Terus Bodohi Kami..

sisiusaha (11/10)

Terlihat alami dalam hubungan transaksi usaha, semua pemain mempunyai tujuan yang sama agar memperoleh keuntungan, hanya cara mereka berbeda beda. Ada yang jujur apa adanya, ada pula yang penuh tipu muslihat. itulah yang saya sebut dengan "sisi usaha". Sering kita melihat sesuatu hal dalam dunia usaha hanya dari satu sisi, sementara kita buta dengan banyak sisi lainnya.

Transaksi adalah sebuah tujuan utama bagi pelaku dalam dunia usaha, proses sebuah transaksi dari hulu sampai hilir tak akan lepas dari problematikanya, naik turun, berkelok kelok jalan pun selalu ada. Tidak ada yang instant dalam sebuah proses transaksi usaha. Diperlukan pengetahuan, keahlian dan ketrampilan dalam menjalankan sebuah usaha, kerja keras, fokus dan konsistensi pun tidaklah menjamin akan keberhasilan. Namun paling tidak hal-hal yang menjadi pilar utama dalam cara berusaha telah dijalankan dengan benar.

Kemajuan teknologi menjadikan informasi dalam genggaman, memudahkan semua urusan, namun kembali lagi kepada pelaku usaha dalam memanfaatkannya, berusaha secara jujur atau dengan tipu daya. Manipulasi harga menjadi sangat mudah ketika niat sudah bengkok, atau pembodohan yang sistematis juga menjadi sebuah urusan yang sangat mudah.

Lalu bagaimana nasib masyarakat pelaku usaha di skala mikro? Yang hanya bisa nerimo dengan semua hal yang menjadi mata rantai transaksi usahanya. Lantas siapa pula yang memiliki kepedulian dan semua hal-hal mulia yang membantu mereka menemukan kebenaran akan sebuah nilai transaksi? 

Bukan sebuah rahasia lagi ketika sebuah badan usaha besar menekan bahkan membodohi badan usaha di skala bawahnya dan itu terjadi dari hampir setiap level. Terlalu panjang kalau saya uraikan cerita ini, akan tetapi pelaku usaha di skala mikro yang kadang berusaha dengan hasil pas untuk hidup hari itu saja masih juga tidak mampu berbuat banyak, bagaimana cerita akan peningkatan kesejahteraan masyarakat?

Para usahawan kelas mikro ini sebenarnya tidak terlalu banyak menuntut, tidak terlalu banyak merongrong, tidak juga terlalu banyak merugikan, umumnya mereka hanya memerlukan sebuah kejujuran, keterbukaan dan kemudahan dalam menjalankan usahanya, serta mendapatkan sebuah pelajaran, bimbingan yang nyata bukan hanya bimbingan agar dapat pencitraan sesaat. Dalam hati kecil mereka selalu berkata "Ajari kami agar pintar, jangan terus bodohi kami". (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga