Opini Hallo, Nama saya Bandung!

Hallo, Nama saya Bandung!

Sisiusaha (12/6)

Saya berada di wilayah negara Republik Indonesia, tepatnya di provinsi jawa barat, sekaligus menjadi ibukotanya. Banyak yang memberikan saya predikat sebagai sosok indah beserta semua isinya, ramah, menawan, humoris dan terkadang juga centil ketika saya bersolek.

Ketika mendengar kata ”Bandung”, apa yang teringat dan terpikir dalam benak kita? Sebuah kota berhawa sejuk yang dikelilingi gunung-gunung dengan panorama yang indah. Namun, tidak hanya keindahan alam yang dimiliki bandung, kota ini juga memiliki keramahan budaya lokal dan keterbukaan masyarakat terhadap pendatang.

Bandung juga menjadi tempat pendidikan yang melahirkan banyak tenaga ahli berkelas dunia, juga sebagai barometer mode, variatifnya menu kuliner, dan gudangnya berbagai kreativitas. Semua itu telah menjadi magnet yang menjadi nilai jual Bandung. Belum lagi sosok Walikota Bandung yang biasa disapa Kang Emil, dengan pengalamannya sebagai arsitek dan tata kota kelas dunia, juga telah memberikan warna positif terhadap citra Bandung sendiri.

Disadari maupun tidak, Bandung telah berhasil menjual dirinya kepada dunia, sebagai destinasi traveling bandung mulai banyak dilirik. Tak kurang dari 65 penerbangan dalam sehari melakukan pendaratan di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara.

Usaha memperkenalkan Bandung menjadi sebuah hal yang menarik untuk dijadikan contoh. Seperti perlakuan branding building strategy terhadap produk barang dan jasa oleh perusahaan dalam upaya mendekatkan serta mengambil hati konsumen, hal ini juga diterapkan oleh bandung dalam membangun citranya. Banyak hal yang telah dilakukan, serta banyak perubahan yang bersifat material maupun inmaterial yang dijalankan.

Begitu besar serta pentingnya sebuah arti pencitraan menjadi titik sorotan yang menentukan tingkat keberhasilan “menjual” suatu produk, jasa, atau bahkan daya tarik kota. Ide dan kreatifitas tidaklah cukup, namun perlu kesinambungan dan konsistensi dalam mengelola brand atau merek. Kita tidak akan pernah tau atau mengenal hasil karya dan kreativitas apabila tidak ada branding communication yang di bangun dengan penuh kesungguhan.

Apabila kota Bandung yang sejak lama telah dikenal luas, masih mengasah potensinya, tentunya para pelaku usaha kecil dan menengah juga dapat belajar akan pentingnya sebuah branding communication dalam memperkenalkan sebuah produk dan jasanya. Merek atau brand tidak hanya ada dalam kekuatan desain logo dan nama uniknya, akan tetapi harus diiringi oleh kualitas, standar serta pelayanan yang prima secara berkesinambungan, sehingga mampu dikenal oleh pasar dan konsumen lebih luas.

Sampai pada saat saling berkenalan antar citra, halo, nama saya Bandung! Siapa Anda? (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga


jadwal-sholat