Opini Memahami Revolusi Industri 4.0

Memahami Revolusi Industri 4.0

sisiusaha (03/12)

Secara umum Industri 4.0 adalah sebuah istilah dimana aspek otomasi dan penggunaan data dalam teknologi dalam berbagai bidang mulai dari sektor industri hingga jasa. Semua pihak di dunia sedang mempersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, maka ada baiknya kita memahami dahulu apa itu Revolusi Industri 4.0.

Menurut wikipedia, Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan "pabrik cerdas". Di dalam cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat.

Lewat internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan berbagai pihak di dalam mata rantai.

Dikutip dari Warta ekonomi, Memteri Perisdustrian Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa revolusi industri 4.0 merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, namun menjadi peluang baru, sehingga Indonesia perlu mempersiapkan diri.

"Jadi, kita perlu menginformasikan kepada para pemangku kepentingan bahwa industri 4.0 ini bukan hanya di depan mata, tapi sudah berjalan. Ke dapan, kebijakan industri harus selaras disesuaikan dengan perkembangan teknologi," Ujarnya seperti dikutip dari Kemenperin.go.id.

Dari uraian diatas, dapat kita simpulkan bahwa revolusi industri 4.0 harus mampu mengajak semua pelaku usaha baik sektor industri maupun lainnya agar lebih maksimal dalam malukan peran serta fungsi internet dalam memajukan usahanya.

Revolusi industri 4.0 pertama kali dicetuskan oleh Jerman pada tahun 2011, yang selanjutnya menjadi tema utama pada pertemuan World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss. Beberapa negara telah ikut memiliki program untuk mendukung industrinya menuju 4.0 seperti Jerman, Inggis, USA, India, China, Jepang, Korea, dan Vietnam. (MAB)

Sumber: Warta Ekonomi

Gambar: liputan 6

Rekomendasi

Baca Juga