Opini Desa, UKMK dan serbuan produk asing

Desa, UKMK dan serbuan produk asing

sisiusaha (30/10)

Kenapa desa merupakan kekuatan pamungkas kemandirian ekonomi nasional. Kalau Ibukota, provinsi, kota/kabupaten di kuasai oleh kekuatan korporasi global asing maka itu masih bisa diterima. Namun kalau sampai terjadi desa mereka kuasai, maka pada saat itu juga akan terjadi “kiamat” nasional. Negeri ini akan jatuh terpuruk oleh suatu bentuk penjajahan baru. Penjajahan bukan oleh kekuatan senjata, namun oleh kekuatan modal dan kapitalisme yang menghisap.

Untuk memberikan gambaran gampang adalah contoh dominasi gerai-gerai waralaba makanan asing yang sepuluh tahun terakhir begitu agresif melakukan ekspansi pasar di seluruh penjuru tanah air. Ekspansi waralaba makanan asing ini begitu massif meminggirkan kuliner-kuliner lokal yang menjadi kekayaan Indonesia. Itu sebabnya dalam berbagai seminar publik sering terjadi curhat mengenai kekawatiran bahwa pecel, rawon, rendang, atau gudeg makin tidak dikenal dan kian tak dikonsumsi oleh anak-cucu kita, kalah pamor oleh kuliner asing.

Nah, kalau gerai-gerai waralaba makanan branded asing itu hanya menguasai ibukota, provinsi, atau kabupaten/kota, maka itu masih bisa ditolerir. Namun kalau sampai mereka hadir hingga di tingkat desa, maka pada saat itu jebol pula tanggul kemandirian ekonomi nasional kita. Dengan tingkat laju ekspansi waralaba makanan asing seperti sekarang, tak tertutup kemungkinan jebolnya tanggul ini terjadi dalam waktu yang tak lama.

Sekarang saja ekspansi mereka sudah meluber hinggadi tingkat kabupaten/kota. Tinggal sejurus lagi mereka masuk kecamatan dan desa. Kalau dulu kita mengenal AMD singkatan “ABRI Masuk Desa” maka nanti kita bakal mengenal “Asing Masuk Desa”. Kalau itu terjadi, saya takut suatu saat akan ada “Museum Kuliner Nusantara” dimana anak-cucu kita yang berkunjung takjub menyaksikan pecel, rawon, atau gudeg yangjadul dan langka ditemui.

Kalau betul UMKM dan desa menjadi pilar kemandirian ekonomi nasional, lalu apa agenda besar yang harus kita rintis dan kembangkan? Pekerjaan besarnya cuma satu, yaitu menciptakan wirausahawan UMKM di tingkat desa (grass root) dalam jumlah besar, tak hanya ribuan tapi bahkan jutaan. Wow… sebuah mimpi dan pekerjaan besar. Namun seperti kata orang bijak, tak ada sesuatu yang tak mungkin jika kita punya niatan dan kerja keras. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga