Opini Di Era Digital, Pilih Bekerja Di Rumah Atau Kantor?

Di Era Digital, Pilih Bekerja Di Rumah Atau Kantor?

sisiusaha (12/1)

creative people.. Di era digital, pilih bekerja di rumah atau kantor? Di mana pun berada dan kemana pun pergi, selama smartphone dalam genggaman, laptop stanby, dan koneksi internet terhubung dalam jangkauan, artinya telah siap untuk melakukan pekerjaan.

Team, rekan kerja dan klien bisa dengan mudah mengirim dokumen melalui email dan langsung kirim email balik untuk diproses. Klien juga bisa bikin appointment lewat Whatsapp atau line dan langsung di follow up dengan melakukan share location untuk mengonfirmasi lokasi meeting.

Dan semua dokumen yang dibutuhkan, yang tadinya numpuk di laci kantor atau filing cabinet, sekarang bisa dengan mudah diakses dari berbagai tempat bahkan sampai toilet mall di Korea sekalipun, lewat Google Drive.

Beberapa tahun lalu orang bilang bahwa dunia menjadi semakin kecil karena adanya teknologi, saat ini dunia sudah semakin kecil lagi dengan terus berkembangnya teknologi dan sarana cloud computing, yang membuat semuanya benar- benar ada dalam genggaman.

Kata "lokasi" telah berubah memiliki dua makna, bukan hanya menggambarkan lokasi fisik saja, tapi juga lokasi digital. Kalau dulu, mencari file klien harus susah payah dan tanya sana sini, kini bisa dengan mudah di temukan melalui Google Drive, folder Project, di sub folder.

Kondisi ini memunculkan pilihan, mana lebih baik, bekerja di rumah atau di kantor? Apakah bekerja dari rumah lebih baik, atau sama produktifnya dengan bekerja di kantor?

Apakah mulai tahun 2017 ini, sudah saatnya mengganti seragam, kemeja, jas, dan dasi dengan sarung, singlet, celana pendek, dan bekerja dari sofa di rumah? Sebelum menentukan pilihan tersebut, ada beberapa hal yang perlu terlebih dahulu diperhatikan tentang bekerja dari rumah.

Setiap orang punya gaya, kebiasaan dan pilihan yang berbeda dalam bekerja maupun berkarya, dan sebagian orang, yang memang suka dengan pekerjaannya, cenderung mudah bekerja dalam situasi apapun.

Tapi beberapa jenis orang lainnya membutuhkan suasana kerja yang kental untuk bisa bekerja efektif. Mereka membutuhkan adanya rekan kerja, adanya mindset shift yang memisahkan "waktu kerja dengan waktu rumah", dan beberapa bahkan membutuhkan adanya pressure (tekanan) dengan keberadaan atasan untuk bisa bekerja dengan baik. Bila memiliki tipe yang kedua, maka bekerja dari rumah menjadi kurang efektif.

Kerja dari rumah memiliki banyak gangguan, mulai dari acara TV, hingga makanan atau cemilan yang duduk manis dan menggoda di meja, dari keluarga yang mungkin kadang minta diperhatikan, sampai dari kebiasaan procrastination (menunda-nunda) yang akan menjebak produktifitas.

Jadi apabila mudah teralih dan sulit mengumpulkan motivasi kerja sendiri, atau membutuhkan adanya orang lain saat bekerja, sebaiknya tetap bekerja di kantor.

Tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah. Dan pastinya, tidak semua jenis pekerjaan bisa efektif dikerjakan dirumah. Pekerjaan- pekerjaan kreatif yang tidak membutuhkan banyak interaksi langsung seperti desainer, programmer, editor, copywriter, atau admin media sosial mungkin adalah beberapa contoh pekerjaan yang cukup ideal dilakukan dari rumah.

Tapi inipun tidak dijamin selalu bisa dilakukan efektif, tergantung pada habits (kebiasaan) dan attitude (sikap) setiap individu masing-masing, dan pada tanggung jawab yang dimiliki dalam profesinya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ide-ide segar akan lebih banyak bermunculan saat bekerja bersama orang lain, karena akan menyerap berbagai ide dari kolega. Jadi pertimbangkan manfaat keberadaan interaksi dengan rekan kerja, dalam pertimbangan untuk memutuskan pilihan.

Masalah lain yang terjadi dalam melakukan pekerjaan atau bekerja dari rumah, adalah masalah kendali terhadap tim kerja, dan penjagaan kualitas kerja mereka.

Apabila memiliki posisi sebagai pemimpin tim, pimpinan proyek, manajer, atau pimpinan organisasi, maka faktor lain yang harus dipertimbangkan bukan hanya kemampuan diri sendiri untuk bekerja dari rumah, tapi juga apa yang akan terjadi pada anggota tim saat tidak berada dalam tempat yang sama.

Sebagian besar anggota tim dan karyawan akan sulit mempertahankan motivasi kerjanya dengan konstan tanpa adanya 'figur kepemimpinan' di dekat mereka.

Kalau begini situasinya, bekerja dari rumah dapat membuat kualitas kerja tim menurun, dan ini harus jadi pertimbangan juga dalam memutuskan untuk bekerja dari rumah.

Secara umum, bekerja dari rumah mempunyai keuntungan dan kelemahannya sendiri-sendiri. Walau bekerja dari rumah bisa membuat kita memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, bisa bekerja dengan lebih menyenangkan, bebas mengatur waktu sendiri, dan tidak perlu bermacet ria, pada saat yang sama, bekerja dari rumah, bila tidak tepat dan tidak direncanakan dengan baik, bisa menurunkan kinerja dan produktifitas secara ekstrem.

Bila ingin mencoba bekerja dari rumah, atau menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dan persiapkan:

Walau di rumah, tetap harus menetapkan 'jam kerja'. Fokus dan pusatkan diri untuk bekerja. Ini akan membangun disiplin dan menghindari pengalihan saat bekerja, atau   sebaliknya, mencegah terlalu banyak bekerja pada saat seharusnya beristirahat.

Tetap berhubungan intense dengan rekan kerja, tim dan atasan, agar secara hati dan mindset, tetap merasa berada di kantor.

Miliki 'area kerja', agar terbangun habit dan mindset kerja ketika duduk di area itu, untuk membantu berkonsentrasi.

Bagi waktu dalam seminggu antara kantor dan rumah. Khususnya untuk beberapa posisi dan jenis pekerjaan, harus tetap memiliki kehadiran di kantor pada hari-hari tertentu untuk membangun motivasi dan hubungan dengan rekan kerja.

Sejalan dengan berkembangnya support technologies di tahun 2017 ini, bekerja dari rumah sudah jauh lebih bisa dilakukan oleh siapapun. Mana lebih baik? Keduanya memiliki keuntungan dan kelebihannya sendiri- sendiri.

Tapi bila ingin menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk diri sendiri atau untuk perusahaan sendiri, pastikan telah mempertimbangkan seluruh aspek di atas, dan hal terpenting adalah individu yang bekerja dari rumahnya itu, wajib memiliki passion (gairah) yang tinggi pada pekerjaannya. (MAB/RED)


sumber: Dedy Dahlan/Erlangga Djumena

 

 

Rekomendasi

Baca Juga