Opini Simbol Pada Branding..

Simbol Pada Branding..

sisiusaha (12/10)

Penilaian sebuah simbol pada branding bisa dikatakan berhasil paling tidak mendapatkan tiga hal mendasar, yaitu konten, kepercayaan dan kesetiaan. Artinya obyek yang mendapatkan proses branding telah menjadi merk yang langsung dipahami kualitasnya, dipercayai keberadaannya, dan terus menjadi pilihan. Sebagaimana BMW atau Toyota telah menjadi merk setelah unsur-unsur simbol dari obyek (produk otomotif) berhasil mengonstruksi ketiga makna tersebut dari masyarakat.

Proses branding memiliki tujuan fundamental, yaitu memberi nilai berbeda melalui unsur-unsur simbol yang dipilih agar mengonstruksi makna konten, makna kepercayaan dan makna kesetiaan. Unsur yang ada pada simbol merupakan bagian-bagian penting baik dalam bentuk kata, gestur, suara, dan visualisasi gambar (image). Jika ada obyek, baik dalam bentuk produk, insititusi maupun individu, maka unsur yang ada pada simbol harus bekerja secara optimal agar bisa meraih ketiga makna simbol yang sukses ter-branding. 

Mengelola unsur pada simbol berarti mengelola kata, gestur, suara, dan visualisasi gambar (image). Setiap unsur memiliki peranan berbeda, satu atau dua unsur mungkin sangat dominan dan unsur lain sebagai pelengkap. Proses mengelola unsur-unsur simbol tersebut akan mendasarkan diri pada proses kreatif dan kepekaan terhadap apa yang menjadi batin serta emosional masyarakat.

Pemilihan kata, gestur, suara, dan visualisasi gambar (image) pada obyek branding merupakan proses sistematis dan dinamis antara kerja ilmiah dan seni (art). Proses memilih unsur-unsur simbol bisa dilakukan melalui beberapa metode diantaranya riset sosial lapangan (field social research), analisis satu arah atau analisis diberikan oleh tim tanpa riset sosial lapangan, maupun melakukan riset secara mendalam dengan trial and error sampai menemukan simbol yang berkualitas. 

Proses branding harus mampu mengambil keputusan tepat unsur-unsur branding apa yang paling relevan untuk mendapatkan makna branding (konten, kepercayaan dan kesetiaan). Salah satu metode paling baik agar keputusan nantinya terhadap unsur-unsur simbol yang dipilih tidak gagal adalah melalui metode simulasi. Metode simulasi pada pilihan unsur simbol pada obyek branding dilakukan dengan cara meminta pendapat (survey) pada para individu di luar perusahaan. Para individu tersebut dipilih secara acak namun sederhana.

Penggunaan unsur simbol sebagai strategi branding. Unsur simbol biasanya dalam bentuk logo dan slogan (tag line) yang dilengkapi oleh unsur suara dan gestur melalui penayangan iklan. Proses penggunaan unsur simbol sesungguhnya harus melandaskan pada konsistensi bentuk, intensitas sosialisasi, keyakinan diri dan modal finansial. landasan tersebut harus tersedia agar penggunaan unsur branding yang terpilih mampu membangun makna-makna yang diharapkan (konten, kepercayaan, dan kesetiaan) secara berkesinambungan. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga