Opini Orang Tidak Membeli Produk Anda, Namun Membeli Hubungan, Cerita Dan Pengaruh Anda

Orang Tidak Membeli Produk Anda, Namun Membeli Hubungan, Cerita Dan Pengaruh Anda

sisiusaha (02/5)

creative people.. Mana yang lebih membuat anda membeli saat membutuhkan sebuah produk jamu? Ketika mendengar pedagang A jualan melalui speaker TOA mengatakan bahwa jamu racikannya adalah jamu yang paling mujarab menyembuhkan suatu penyakit, atau mendengar temen yang bercerita tentang pedagang B dengan ramuan jamu yang terdiri dari berbagai bahan yang terbukti memiliki khasiat bagi penyembuhan suatu penyakit.

Konsumen sekarang lebih cerdas ketika memilih untuk membeli suatu produk, tidak mudah terpikat dengan rayuan gombal pedagang atau salesman. Namun ada yang unik disini, kecenderungan psikologi konsumen akan memilih membeli produk karena adanya sebuah cerita, sebuah hubungan dan pengaruh. Cerita orang lain tentang produk yang Anda tawarkan merupakan sebuah testimoni. Sebuah hubungan akan lebih memudahkan konsumen memiliki tingkat kepercayaan terhadap suatu produk, serta kreatifitas pemasaran melalui sebuah cerita akan lebih memberikan gambaran secara menyeluruh tentang produk.

Saatnya sekarang merubah strategi pemasaran produk Anda, bangun hubungan yang luas dan positif tanpa pandang kepentingan serta status sosialnya. Mungkin ada sebagian memandang seorang tukang becak atau sopir taksi bukan sebagai target networkingnya, tapi tunggu dulu, saat anda sedang berada di suatu kota dan membutuhkan oleh-oleh tapi tidak tahu toko oleh-oleh dimana, biasanya akan menanyakan kepada tukang becak atau sopir taksi dan mereka dengan cepat akan mengantarkan ke toko yang Anda cari dan Anda akan sepenuhnya mempercayainya. Di sini tampak jelas bahwa toko yang bersangkutan sukses membangun networking dengan tukang becak atau sopir taksi.

Seni mempengaruhi konsumen agar memutuskan membeli produk itu gampang susah, terlalu hard selling konsumen risih, namun ketika soft selling konsumen kadang tidak menangkap maksudnya, jadi ambil jalan tengahnya mix antara hard dan soft selling. Ciptakan positioning produk Anda sesuai dengan kualitas dan tentunya harga, setelah itu secara perlahan dan konsisten ceritakan tentang siapa Anda, seberapa tinggi tingkat pengetahuan tentang produk yang Anda jual dan mengapa orang membeli produk Anda.

Kesimpulannya apabila ingin orang membeli produk Anda, maka terlebih dahulu jual hubungan kepada siapa saja dengan ramah dan membangun networking yang positif, lalu ceritakan hal-hal yang berhubungan dengan produk Anda sehingga orang merasa akrab dan menganggap Anda expert. Apabila hal ini telah terjadi maka proses mempengaruhi menjadi lebih mudah, tanpa rayuan gombal apalagi menggunakan tipu daya. Ingat Anda menjual produk untuk jangka panjang, bukan one short deal. (MAB)

 

Rekomendasi

Baca Juga