Opini Memahami Citra

Memahami Citra

Sisiusaha (10/6)

Menilai citra adalah sesuatu yang mudah. Akan tetapi, membangun sebuah citra memerlukan perjuangan dan perjalanan yang sangat panjang. Oleh karena itu, citra merupakan bangunan yang tidak bisa dibentuk sekejap mata.

Kita mengenal banyak hal tentang pencitraan, dari mulai tokoh politik, sebuah organisasi kemasyarakatan, sampai dengan citra merek produk dan jasa. Semua berusaha untuk membentuk citra positif guna menaikkan “nilai jual” sesuai target dan kepentingan masing masing.

Ketika kita mendengar kata “pompa air”, sebagian dari kita mengaitkannya dengan sanyo, mendengar kata “motor bebek”, kita akan cepat menyebut honda, mendengar “air mineral”, bahkan apapun itu mereknya, dengan mudah kita mengucapkan aqua. Hal tersebut mencerminkan asosiasi antara citra dan identitas suatu produk.

Usaha keras serta unsur kreativitas menjadi peran penting dalam membangun dan membentuk citra. Citra diperlukan membentuk nilai positif kepada masyarakat ataupun pasar yang hendak dituju. Sebagai contoh, kalau kita menyebut kata “Bali”, mungkin sebagian besar orang sepakat mengatakan kalau Bali adalah sebuah pulau dewata yang sangat indah dan penuh dengan kebudayaan lokal, serta mampu memberikan sebuah pengalaman perjalanan yang tidak akan pernah terlupakan.

Hal ini tidak terlepas dari usaha keras membangun dan menjaga dari semua komponen masyarakat yang ada di bali, dari pemerintah sebagai penyedia prasarana dan kebijakan, masyarakat lokal dengan budaya, keramahan, serta keterbukaannya kepada semua pendatang, dan pengusaha yang mampu memberikan jasa dan pelayanan dengan standar mutu yang tinggi. Kerja sama dari beberpa komponen tersebut yang membuat Bali menjadi sebuah nama yang dikenal positif dan dapat memberikan nilai jual tinggi.

Begitu juga ketika kita ingin membuat citra dari produk barang atau jasa kita, diperlukan usaha keras, serta fokus dan konsisten terhadap apa yang kita lakukan. Citra sebuah merek tidak hanya terletak pada logo dan nama semata, namun lebih kepada semua komponen yang melekat dalam produk atau jasa tersebut.

Keselarasan antara keindahan kreativitas, keunikan, kualitas, standar serta keramahan yang berkesinanbunganlah yang akan membuat sebuah merek itu dikenal bahkan mungkin bisa dikenang sepanjang masa. Pada masa sekarang disadarai maupun tidak, semua unsur dalam kehidupam sangat memerlukan sebuah citra positif, baik itu sosok individual, kelompok, organisasi profit maupun nonprofit sampai pemerintah dengan jajarannya berlomba membangun sebuah citra, begitu pentingnya sebuah pencitraan sehingga memerlukan anggaran yang terkadang tidak murah.

Pertanyaannya adalah siapa kita, berapa luas masyarakat mengenal kita, produk dan jasa kita, bahkan sampai kota maupun negara mana, dan ketika telah dikenal, sudahkah memiliki nilai positif atau bahkan justru sebaliknya, dikenal dengan predikat negatif? (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga