News Amsuri, Mendaur Ulang Kayu Jati Kuno Dengan Omset Ratusan Juta Perbulan

Amsuri, Mendaur Ulang Kayu Jati Kuno Dengan Omset Ratusan Juta Perbulan

sisiusaha (19/11)

Menengok usaha Amsuri Asal kepulauan Sapeken Sumenep, Madura, Jawa Timur yang memiliki omset ratusan juta rupiah perbulannya. Jenis usaha yang dibidiknya memang agak unik, yakni mendaur ulang material kayu jati bekas untuk dijadikan mebel dengan desain lama.

Material jati seken itu berasal dari rumah-rumah kuno di pulau Garam Madura, dan sejumlah perabot-perabot perlengkapan rumah tangga. Namun demikian namanya barang bekas, tentu tidak semua kayu jati seken itu masih terlihat mulus. Seperti material jati bekas perabotan rumah tangga, meski terlihat masih kokoh namun tidak utuh lagi. Atau lemari satu pintu yang sana sini terlihat lubang-lubang bekas di makan rayap.

Namun jangan salah, ketika berada di tangan Amsuri Warga Kepulauan Sapeken ini, material yang sudah tidak mulus lagi ini akan berubah menjadi sebauh mebel atau furnitur yang terkesan antik. Justru di sanilah daya tariknya, selain pada kayu jati yang terkenal kekuatannya, juga karena kesan antik dari produk tersebut.

Tak ayal banyak warga di pulau garam Madura ini, yang datang ke gudang daur ulang mebel CV. Sumenep Baru di Jalan Lingkar Barat, Desa Babalan, Kabupaten Sumenep. Disini para pembeli akan langsung melihat mebel yang sudah jadi dengan bahan dari jati kuno. Tidak hanya itu saja para pembeli juga bisa memilih bahannya sendiri dan memesan sesuai dengan model yang di inginkan.

“Disini saya memang hanya menyediakan bahan kayu jati kuno yang dibeli dari rumah tradisional, dan para pembeli juga diberi kebebasan untuk memilih bahannya dan model furnitur atau mebel sesuai dengan keinginannya,” kata Amsuri Direktur CV. Sumenep Baru Mebel Daur Ulang Kayu Jati Kuno di gudangnya. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga