Opini obrol angkringan..

obrol angkringan..

sisiusaha (19/11)

Malam itu di jalan mataram kota jogja habis hujan, terasa cuaca lebih seger dan tanpa debu. Di pojok pintu gerbang belakang kantor Gubernuran Jogja terlihat sebuah angkringan yang pengunjungnya hampir memenuhi kursi kayu sederhana yang tersedia. Sambil menikmati teh "GiNasTel" (legi panas tur kentel) dan camilan tahu bacem bakar, saya mendengar para pengunjung ngobrol. Ngobrol bebas dan uniknya tanpa saling mengenal diantara pengunjung, ngobrol khas angkringan namanya.

Semua pengunjung bebas menentukan topik obrolan dan berpendapat dari sudut pandang serta wawasan masing-masing, tidak akan ada yang menyalahkan kalau salah berpendapat, bahkan juga saling menghargai perbedaan pendapat.

Dari beberapa topik obrolan, dari masalah teror Perancis, ISIS sampai masalah laporan Sudirman Said atas transkrip perbincangan Setya Novanto yang meminta saham PT Freeport Indonesia. Awalnya saya merasa takjub, begitu besar kepedulian mereka terhadap berita dan kejadian Dunia yang sedang menjadi #trandingtopik, namun semakin lama justru saya menemukan sebuah kesimpulan kalau ternyata itu hanya sebatas kepedulian mereka terhadap informasi, mereka melek informasi, mereka menjadi faham akan situasi dan mereka juga mengerti apa maknanya.

Salah seorang pengunjung setengah interospeksi sambil mengatakan "Terserahlah apa yang terjadi, yang penting dapur masih bisa ngebul, anak sekolah, tidur nyenyak dan bisa ngobrol di angkringan dengan cara halal."

Sangat sederhana harapannya, namun itu lebih realistis, ngapain mikir kejauhan kalau ternyata tidak mampu mikir untuk diri sendiri, kebutuhan dasar akan kelangsungan kehidupan adalah sebuah masalah yang urgent, masalah yang down to earth (nginjek bumi). Siapa lagi yang mau memikirkan masalah ini kalau bukan diri sendiri, tidak lagi bergantung kepada orang lain dan berani mewujudkan impian yang sederhana tadi.

Keberanian inilah yang akan merubah kehidupan, bukan berarti tidak ada kepedulian terhadap sesama, namun tahu mana yang menjadi prioritas dalam hidup. Tetap kerja keras, fokus, kreatif, sabar, berdoa dan jujur. (MAB)

 

Rekomendasi

Baca Juga