News Saptuari, Ide Sederhana Untung Yang Luar Biasa

Saptuari, Ide Sederhana Untung Yang Luar Biasa

sisiusaha (16/11)

Saptuari, seorang pengusaha muda yang energik asal Kota Gudeg Yogyakarta. Bagaimana Ia memulai bisnisnya? Berawal dari tahun 2005 melalui ide yang sederhana saat Ia kaget melihat antusiasme masyarakat berebut merchandise bergambar selebritis, tapi Saptuari melihat fenomena ini dari sudut yang lain yang menjadi ide bisnisnya, semua orang bisa membuat merchandise gambar foto dirinya sendiri.

Melalui ide sederhana inilah Saptuari membuka ‘Kedai Digital’ di tempat sederhana dengan luas hanya 2×7 meter di Jalan Cendrawasih 3c Demangan Baru, Yogyakarta. Dengan modal 28 juta rupiah di tahun 2005 Saptuari nekat merintis usahanya. Sebelum membuka usaha Kedai Digital, Saptuari pernah bekerja di radio swasta, event organizer, perusahaan rokok, perusahaan komunikasi. Ia pun pernah membuka usaha ayam kampung dan usaha stiker tapi harus berhenti karena untung yang tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan.

Semangatnya yang tak pernah padam membuat Kedai Digital berkembang pesat. Semula Kedai Digital hanya membuat mug saja dengan 3 karyawan, seiring berjalannya waktu ‘Kedai Digital’ menambah produknya seperti t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster, keramik, kalender, dan banner. Semua pesanan konsumen desainnya dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen.

Tiap tahunnya omzet Kedai Digital meningkat hingga memiliki 40-an cabang yang tersebar di beberapa kota. Dengan misi Saptuari membina mahasiswa untuk menjadi seorang enterpreneur, Ia mempekerjakan mahasiswa agar dapat menentukan nasibnya sendiri sebelum wisuda. Setelah Kedai Digital sukses, Saptuari juga membidik usaha kaos untuk anak muda dan kuliner yang diberi nama Jogist Kaos Gila dan Warung Mas Kingkong, Bakso Iga Lunak, Granat Pedazz.

Tak hanya bisnis yang mengeruk keuntungan semata tapi aksi sosial juga dilakoninya melalui sedekah rombongan yang dibentuknya hingga kini sudah membantu banyak orang tidak mampu di berbagai pelosok di Indonesia. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga