Opini Industri Fashion Bandung

Industri Fashion Bandung

sisiusaha (8/6)

Bandung dan Yogyakarta telah diresmikan sebagai Creative City (Kota Kreatif) oleh Presiden Joko Widodo pada januari lalu. Atas peresmian tersebut, Walikota Bandung Ridwan Kamil yang akrab disapa kang emil ini mengucapkan terima kasih.

"Alhamdulillah. Saya baru dengar. Tentunya saya atas nama Pemkot Bandung mengucapkan terima kasih kepada Badan Ekonomi Kreatif menjadikan Bandung sebagai percontohan kota kreatif," ucap Emil kepada wartawan di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (5/3), seperti dilansir detik.com.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia tentunya bukan tanpa pertimbangan dalam memilih Bandung sebagai salah satu Kota kreatif di Indonesia. Seperti yang kita ketahui Bandung bukan lah Kota dengan SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah, selain itu sumber daya energi juga bukan merupakan keunggulan dari Kota Parahyangan ini.

Namun, Bandung memiliki aset yang berharga, yaitu budaya. Unsur yang masih sangat kental ini mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Menurut data dari pemerintah Bandung, wisatawan yang datang ke Bandung mencapai enam juta per tahun. Jika kita asumsikan dalam satu hari seorang wisatawan menghabiskan uang senilai satu juta rupiah untuk menginap, makan, dan berbelanja, maka dalam setahun perputaran uang sudah mencapai enam triliun rupiah.

Bagi para pelaku usaha, fakta di atas merupakan sebuah pasar yang sangat menjanjikan. Dilihat dari potensi yang besar ini, maka menjadikan Bandung sebagai kota dengan konsep kreatif sebagai sumber perekonomianya terbilang tepat.

Salah satu sektor industri kreatif yang banyak menyumbang devisa bagi Bandung ialah Industri Fashion. Pertumbuhan industri fashion di Bandung tergolong sangat pesat, bahkan tidak sedikit pelaku usaha yang sekarang ini sengaja memilih bisnis Factory Outlet (FO), Clothing Company (CC), maupun Distro (distribution store) untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya.

Cibaduyut merupakan daerah yang banyak menyuplai produk kepada brand-brand terkenal dunia. Tidak ketinggalan lokasi penjualan kain-kain berkualitas tinggi yang merupakan bahan utama untuk membuat berbagai macam bentuk fashion seperti baju, celana, dress, hijab dll yang terdapat di Cigondewah. Cigondewah merupakan salah satu pusat penjualan kain yang menjadi penyedia besar bagi para pelaku industri rumahan (Home Industry) di Bandung. Dan masih banyak lagi wilayah-wilayah di Bandung yang perekonomianya fokus terhadap industri fashion ini.

Menurut hasil penelitian dari para pengelola Perpustakaan Digital ITB dalam situs resminya digilib.itb.ac.id, jumlah distro di Kota Bandung sudah mencapai 400 lebih, angka yang sangat fantastis dan sekaligus membuktikan bahwa industri fashion di Bandung sudah sangat berkembang sehingga menjadi salah satu tujuan berbelanja bagi para pecinta fashion nasional.

Dilihat dari banyaknya potensi, maka tidak heran industri fashion kota parahyangan ini berkembang pesat. Hal ini juga menjadi sebab dipilihnya Kota Bandung menjadi Kota Kreatif (Creative City) oleh Badan Ekonomi Kreatif di Indonesia. (AS)

Rekomendasi

Baca Juga