News Theresa May Bersuara atas Mosi Tidak Percaya dari Partainya Sendiri

Theresa May Bersuara atas Mosi Tidak Percaya dari Partainya Sendiri

Sisiusaha (12/12)

Breaking:

Sekitar pukul 9 pagi waktu London, Inggris, Perdana Menteri Inggris Theresa May menanggapi adanya 48 surat mosi tidak percaya dari Majelis Parlemen Inggris. Theresa keluar dari kantornya dan berbicara selama kurang lebih tiga menit dan tidak menanggapi pertanyaan wartawan.

Berikut sepenggal ucapan dari Theresa May:

 

“Graham Brady (Chairman Komite 1922) telah mengonfirmasi bahwa ada 48 surat mosi tidak percaya dari anggota Partai Konservatif di Majelis Parlemen. Sehingga sekarang kepemimpin saya dipertanyakan sebagai anggota Partai Konservatif. Saya akan menghadapi kontestasi tersebut dengan segala daya yang saya punya. Saya telah menjadi anggota Partai Konservatif selama 40 tahun. Saya pernah menjadi aktivis, penasehat, Anggota Majelis Parlemen, Sekretaris Dalam Negeri, dan sekarang sebagai Perdana Menteri. Saya percaya dengan nilai-nilai Partai Konservatif untuk memajukan Inggris Raya. Saat ini merupakan momen krusial bagi Inggris Raya, untuk mengamankan keputusan keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa. Yang terpenting, mengamankan lapangan pekerjaan, keamanan, dan kebersatuan di Inggris Raya. Setelah dua tahun melalui baik dan buruknya kondisi di sini, saya percaya Inggris Raya akan kembali menjadi kuat. Kemarin, saya baru saja mengadakan pertemuan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan beberapa petinggi Negara di Uni Eropa, untuk menyampaikan kekhawatiran dari Partai Konservatif Inggris, dan kami menemukan sebuah titik temu. Harusnya saya berangkat ke Dublin, Irlandia sore ini, tetapi saya batalkan karena harus menghadapi mosi tidak percaya dari Partai saya sendiri. Jika memang ada pemimpin baru di Inggris, maka ini akan menyebabkan ketidakpastian Brexit serta harus memulai semua negosiasi dari awal. Rakyat Inggris menginginkan kita untuk segera lepas dari Uni Eropa dan berfokus pada masalah-masalah yang akan terjadi pasca Inggris Raya lepas dari Uni Eropa. Seperti penguatan ekonomi, memberikan pelayanan publik terbaik, dan rumah bagi rakyat Inggris Raya. Kita harus dan akan terus bertolak dari hasil referendum Brexit. Ini bukan satu-satunya masalah bagi Konservatif, tetapi juga melibatkan pihak lain seperti, moderat, pragmatik, dan mainstream. Kita semua harus bersatu dan bekerja untuk semua warga Inggris Raya. Saya siap untuk menyelesaikan pekerjaan yang saya mulai!”

 

Sebelumnya, Euronews mewawancarai beberapa masyarakat Inggris yang, secara terang-terangan ingin segera lepas dari Uni Eropa. (WeBe)  

 

Sumber: Euronews

Foto: Daily Express

 

Baca juga: Mosi Tidak Percaya terhadap Theresa May Memulai Keributan di Majelis Parlemen Inggris

Rekomendasi

Baca Juga