News Imbas Protes “Yellow Vest”, Macron Naikan Upah Minimum

Imbas Protes “Yellow Vest”, Macron Naikan Upah Minimum

Sisiusaha (11/12)

Setelah warga Perancis secara masif mengadakan protes “Yellow Vest” selama berminggu-minggu, akhirnya Presiden Perancis, Emmanuel Macron, bersuara. Seperti dilansir BBC, Macron berjanji akan menaikan upah minimum dan kelonggaran pajak sebagai respon dari protes tersebut.

Setidaknya, protes yang berlangsung selama 4 pekan ini, menemui titik terang. Para pemrotes mengkritik kebijakan Pemerintah Perancis yang menaikan pajak pada bahan bakar, biaya hidup, dan beberapa isu lainnya yang menyusahkan kebanyakan rakyat Perancis.

Macron, sebagai mantan bankir, tentunya mengetahui akar permasalahan ini. Berbicara melalui televisi, Macron bilang, kekerasan dalam protes ini terjadi karena kemarahan yang sangat mendalam, dan menurutnya, merupakan hal yang dapat diterima.

Oleh karena itu, Macron akan menaikan upah minimum sebesar 100 Euro atau sekitar Rp 1.650.000 mulai awal 2019 nanti. Macron juga akan menghilangkan pajak bagi para pensiunan berpenghasilan rendah, memangkas pajak dari pemasukan lembur karyawan, dan tidak mengambil pajak dari bonus akhir tahun pegawai.

Menurut analisis BBC, para pemrotes ini tidak hanya menginginkan janji-janji politikus. Mereka menginginkan hal yang lebih nyata seperti kenaikan saldo di akun bank mereka dan perubahan riil di dalam keseharian mereka.

Sebenarnya, Macron telah mengerti pesan ini sejak lama. Bahkan, menurut analis BBC, Hugh Schofield, Presiden Macron sudah tidak mempunyai  pilihan lain. Sehingga, setidaknya Macron dipaksa harus memenuhi keinginan para pemrotes ini.

Berdasarkan polling OpinionWay, tingkat elektabilitas Presiden Macron turun dari 60% menjadi 29% sejak ia terpilih menjadi Presiden Perancis hingga saat ini, setahun setelah pemilihan presiden di Perancis. (WeBe)  

 

Sumber: BBC

Foto: Time.com

Rekomendasi

Baca Juga