News Eropa Gagal Mempertahankan Demokrasi, Hak Asasi, dan Kebebasan

Eropa Gagal Mempertahankan Demokrasi, Hak Asasi, dan Kebebasan

Sisiusaha (9/12)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, bahwa kerusuhan yang terjadi dalam peristiwa protes “Yellow Vest” di Paris, Perancis menunjukkan, Eropa telah mengalami kegagalan dalam demokrasi, hak asasi, dan kebebasan.

“Seperti yang kita lihat, jalanan-jalanan di Eropa, terutama di Paris, sudah dalam keadaan kacau balau dan tidak menentu,” ucap Erdogan. Ia menambahkan, dirinya terus memantau keadaan di Paris dengan penuh kekhawatiran.

Ada satu hal menarik yang Erdogan ucapkan dalam pernyataannya di Istanbul tersebut. Bahwa apa yang pihak Eropa takutkan, yakni kecurigaan kalau kaum migran dan muslim akan mengganggu keamanan, ternyata bukan sumber kekacauan di sana. Menurutnya, peristiwa itu terjadi akibat warga negara mereka sendiri.

Jadi, mereka yang sentimen dengan migran dan muslim telah tertangkap dalam jebakannya sendiri, menurut Erdogan. Meski demikian, Ia menentang kerusuhan baik itu yang disebabkan Kepolisian Perancis, ataupun yang bersumber dari para pemrotes.

Sementara itu, seperti dilaporkan Sputnik, protes “Yellow Vest” ini sudah menyebar ke Ibukota Belgia, yaitu Brussels, sejak 30 November lalu. Saat ini, sudah ada 450 pemrotes yang ditahan oleh Otoritas Belgia. Di Perancis sendiri, seperti dilansir Sputnik dari AFP, sudah ada sekitar 1000 orang yang ditahan Otoritas Perancis.

Protes ini terjadi sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah Perancis di bawah komando Macron, untuk menaikkan pajak diesel sebesar 30 persen, pada akhir tahun lalu, dan menyebabkan tingginya biaya hidup di Perancis. Tak cukup sampai situ, bahkan, harga bensin sudah naik sejumlah 15% dan diperkirakan akan kembali mengalami kenaikan pada Januari 2019. (WeBe)

 

Sumber: Xinhua & Sputnik

Foto: Reuters

Rekomendasi

Baca Juga