News Ada Apa dengan Huawei?

Ada Apa dengan Huawei?

Sisiusaha (8/12)

Dunia internasional digegerkan dengan peristiwa penangkapan eksekutif perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok Huawei yang menjabat sebagai Chief Finance Officer (CFO). Dibalik penangkapan ini banyak spekulasi yang beredar, apalagi disangkutpautkan dengan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Siapa dia?

Ialah Meng Wanzhou, yang berusia 46 tahun. Ia ditangkap oleh otoritas Kanada saat sedang transit di Vancouver, Kanada. Meng bergabung ke Huawei sejak tahun 1993. Ketika itu ia mulai berkarir sebagai resepsionis di bawah perusahaan yang dibangun ayahnya.

Setelah lulus dari Huazhong University of Science and Technology pada tahun 1999 dengan gelar Master di bidang akuntansi, dia diangkat sebagai staf di Departemen Keuangan Huawei.

Kemudian, Meng menjadi CFO untuk Huawei pada tahun 2011 sekaligus dipromosikan sebagai Vice-Chair beberapa bulan sebelum ditangkap di Kanada. Publik baru mengetahui Meng adalah anak dari pendiri Huawei, Ren Zhengfei, beberapa tahun lalu.

Dalam budaya Tiongkok, sangat jarang seorang anak mengambil nama keluarga dari ibunya. Meng, bukanlah nama keluarga dari bapaknya. Meng mengadopsi nama ibunya yakni Meng Jun, yang merupakan istri pertama dari Ren Zhengfei.

Kenapa?

Pemerintah Negara-Negara Barat mengetahui bahwa Huawei sedang mengembangkan akses fifth-generation (5G) untuk ponsel pintar dan jaringan komunikasi lainnya. Kemudian, kemajuan teknologi Huawei tersebut juga linier dengan kemampuannya untuk memata-matai penggunanya.

Selanjutnya, Jepang membuat Huawei tampak sebagai produk yang membahayakan. Otoritas Jepang melarang instansi pemerintahnya untuk menggunakan produk Huawei dan atau ZTE (saingan berat Huawei) karena alasan keamanan siber. Hal tersebut, rupanya akan segera diikuti oleh Selandia Baru dan Australia.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, mengatakan, Negaranya sudah merasa risih dengan kehadiran produk-produk teknologi dari Tiongkok. Hal tersebut dikarenakan, John mencurigai firma teknologi dari Tiongkok ini akan mengambil properti teknologi milik Amerika Serikat.

Selain itu, John juga takut akan adanya perpindahan teknologi dari Amerika Serikat ke Tiongkok karena produk mata-mata mereka. Apa yang mereka curi, menurut John, akan digunakan Tiongkok untuk menjadikan mereka negara superior di bidang informasi.

Dari Pihak Tiongkok

Juru Bicara kementerian Luar Negeri Tiongkok berbicara kepada wartawan, bahwa penangkapan yang dilakukan kepada Meng Wanzhou oleh otoritas Kanada (berdasarkan permintaan pihak Amerika Serikat) adalah sebuah pelanggaran hak asasi manusia, dikarenakan penangkapan tersebut tidak disertai alasan yang jelas.

Pihak Kementerian Luar Negeri Tiongkok pun sudah mengirimkan perwakilannya ke Kanada dan Amerika Serikat. Tujuannya, untuk mengetahui apa alasan dibalik penangkapan Meng. Selain itu, perwakilan tersebut juga meminta agar Meng dilepaskan demi kepentingan hak asasi manusia.

Dari Pihak Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memberikan sanksi yang diberikan Amerika Serikat terhadap Iran. Padahal, sanksi tersebut sempat dicabut di bawah perjanjian nuklir pada tahun 2015.

Meng, mewakili Huawei, dianggap melanggar sanksi tersebut dengan membuat perjanjian diam-diam bersama Iran. Meng memakai anak perusahaan Huawei yang bernama Skycom untuk menghindari sanksi tersebut pada tahun 2009-2014.

Dalam sidang dengar pendapat pertama, tangan Meng terlihat diborgol dan dia mengenakan baju hijau. Meng bisa dihukum hingga 30 tahun di Amerika Serikat jika terbukti bersalah atas tuduhan yang diberikan kepadanya.

Yang perlu diketahui 

-Amerika Serikat sedang berperang dagang dengan Tiongkok.

-Huawei sudah melampaui Apple dalam bidang produksi ponsel cerdas.

-Amerika Serikat adalah Negara yang gamblang memproklamirkan HAM, tetapi penangkapan Meng tidak berdasarkan asas tersebut.

-Pendiri Huawei merupakan anggota Partai Komunis Tiongkok.

-Perangkat Indihome di Indonesia memakai produk ZTE. (WeBe)  

 

Sumber: BBC

Foto: MyBroadband

 

Baca juga:

CFO Huawei Ditangkap oleh Otoritas Kanada

Jerman Anggap Huawei Tidak Berbahaya

Rekomendasi

Baca Juga