News Tantangan RI Dorong Ekonomi Kreatif Agar Punya Nilai Tambah

Tantangan RI Dorong Ekonomi Kreatif Agar Punya Nilai Tambah

sisiusaha (5/11)

Wakil Presiden Jusuf Kalla(JK) senang dapat bertemu pada pemuda yang sudah berbisnis dengan ide-ide kreaktifnya. Dia pun menegaskan, kreatif itu adalah sebuah langkah kemajuan yang mempunyai nilai dalam berbisnis.

"Sebuah keinginan mencari nilai tambah, adalah yang membuat ide. Ide itu membuat kita bekerja keras. Kreatifitas di buka, mulailah masuk teknologi, orang berkata sekarang zamannya ekonomi kreatif. Itu sebenarnya menggabulkan ide, ditambah kemajuan teknologi. Itu arti nilai tambah dewasa ini," ujar Jusuf Kalla saat menghadiri acara Ideafest di JCC Senayan, Jakarta.

Dia pun bercerita, bagaimana saat menjalankan bisnisnya, pernah merugi karena melupakan kreativitas dan teknologi."Saya tadi mau bercerita, bahwa saya pernah rugi besar karena teknologi. Pada 1990 saya membangun telekomunikasi di wilayah timur (Indonesia). Nilai investasinya jika disamakan hari ini sekitar Rp 5 triliun. Saya bangun untuk satu nomor telepon itu 1.000 dolar," tutur JK.

"Tapi saat saya hadir di seminar AS, penjelasan di sana katanya 10 tahun ke depan semua transaksi dan komunikasi akan ada di kantor. Saya tidak percaya. Saya lanjutin saja. Tapi setelah lima tahun berselang, ada handphone. Betul akhirnya 10 tahun, telepon kabel tidak laku lagi," ungkap JK.

Dia pun bercanda, teknologi handphone kali ini, terlalu cepat. Dia pun membandingan anak kecil pun sudah mengerti handphone. Karena itu, dia berpesan dan menegaskan tantangan inilah yang harus dihadapi Indonesia."Cucu saya sekarang lebih pintar mainkan handphone. Itulah, kalau kita hanya konsumer akan mudah terjebak. Itu tantangan ada, tantangan saya juga, bagaimana ke depan kita bisa tidak defisit lagi dan bisa produksi lagi," pungkas JK. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga