News Pemerintah Indonesia Targetkan Bangun 100 Kawasan Sains dan Teknologi

Pemerintah Indonesia Targetkan Bangun 100 Kawasan Sains dan Teknologi

Sisiusaha (5/12)

Pemerintah Indonesia targetkan bangun 100 Kawasan Sains dan Teknologi (KST) di seluruh daerah, dalam rentang waktu 2015 hingga 2019. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 106 tahun 2017 tentang Kawasan Sains dan Teknologi.

Seperti dilansir Antara, Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Ikmal Lukman, menyatakan, KST mempunyai peran utama sebagai agen perubahan pembangunan ekonomi regional.

Selain itu, KST bisa menjadi inkubator unit-unit usaha baru yang berteknologi tinggi, sekaligus sebagai penyedia layanan teknologi di daerah-daerah. Seperti diketahui, saat ini KST hanya tersedia di kota-kota besar yang memiliki sirkulasi tinggi.

“Dalam proses pengembangan yang dilakukan KST, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh start-up adalah pendanaan dan skema bisnis yang membuat mereka lebih berkembang dan berkelanjutan,” jelas Ikmal.

Peran BKPM akan teruji di sini. BKPM berupaya memfasilitasi para perusahaan start-up untuk mendapat informasi mengenai bantuan permodalan dari Corporate Social Responsibility (CSR), dana ventura, ataupun sumber dana lainnya.

Sementara itu, Direktur Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Iwan Sudrajat, menjelaskan, konsep KST atau yang dikenal di luar negeri sebagai technopark, pada dasarnya adalah hilirisasi hasil pengembangan teknologi yang ada menjadi produk-produk komersiil.

Peraturan Presiden Nomor 106 tahun 2007 tentang KST ini, membuat pihak swasta lebih leluasa dalam membangun dan mengembangkan KST secara mandiri. Dalam situs resmi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), juga menyebutkan, instansi mereka ingin merangsang para inisiator untuk membangun KST.

Peraturan ini juga menyebutkan adanya tanggungjawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, yang berkewajiban menyediakan, mengelola, dan mengembangkan sarana dan prasarana KST. Khususnya jalan akses, jalan kawasan, drainase, pengelolaan limbah, infrastruktur air bersih, listrik, dan teknologi informasi & komunikasi, serta akses transportasi baik orang maupun barang menuju dan keluar KST. (WeBe)

 

Sumber: Antara dan Kemenristekdikti

Foto: Netralnews

Rekomendasi

Baca Juga