News Indonesia Diprediksi akan Lampaui Singapore dan Silicon Valley  

Indonesia Diprediksi akan Lampaui Singapore dan Silicon Valley  

Sisiusaha (28/11) Industri start-up di Indonesia sedang mendapat pantauan serius dari investor internasional. Tak hanya itu, seperti diberitakan Tech in Asia, pantauan tersebut menjadikan ekosistem start-up di Indonesia sebagai bisnis yang paling banyak diminati di kawasan Asia Tenggara. Meski demikian, belum ada jaminan kalau industri start-up di Indonesia akan sukses selamanya.

Pemerintah Indonesia, investor, dan pendiri start-up harus membuat langkah strategis supaya ekosistem start-up di Indonesia bisa bersaing dengan Singapore dan Silicon Valley di California, Amerika Serikat.

Seperti dilansir Strait Times, saat ini Singapore merupakan negara peringkat pertama dalam kategori talenta start-up. Capaian ini berhasil membuat Singapore menyalip Silicon Valley yang kini menjadi peringkat dua.

Sementara itu, Indonesia diprediksi akan terus tumbuh dan maju, serta berpotensi untuk menyalip Singapore dan Silicon Valley dalam semua kategori. Hal ini terlihat dari banyaknya investor internasional yang masuk ke ekosistem start-up Indonesia dan ditambah banyaknya jumlah penduduk Indonesia.

Indonesia berhasil menarik modal lebih dari 3 milyar USD pada semester pertama tahun lalu. Nilai tersebut ternyata mewakili sekitar 20 persen dari seluruh pendanaan di kawasan Asia Tenggara.

Yang lebih mengesankan dari hal di atas adalah pertumbuhan investasi di Indonesia. Sebelum menarik modal sebanyak 3 milyar USD, pada tahun 2012 Indonesia hanya mampu mengumpulkan modal sebesar 44 juta USD. Sebuah prestasi yang patut diapresiasi serta mengindikasikan pertumbuhan yang luar biasa.

Perusahaan start-up unicorn di Indonesia sangat mencolok beberapa tahun terakhir. Perusahaan seperti Tokopedia, Go-Jek, dan Traveloka merupakan tiga dari lima perusahaan start-up sebagai penerima modal terbanyak di Asia Tenggara.

Pihak pemodal dianggap terlalu fokus kepada pasar. Terbukti dengan adanya selusin perusahaan start-up dengan pasar besar yang mendapatkan kucuran dana hingga 100 juta USD. Sementara itu, perusahaan permodalan terus menarik dirinya ke Indonesia dan Asia Tenggara. Mereka banyak membuka kantor cabang di Asia Tenggara.

Saat ini, idealnya, harus banyak perusahaan lokal di Indonesia yang bergerak sebagai pemodal perusahaan start-up di Indonesia. Meski demikian, siapapun pemodalnya, ini merupakan sinyal baik akan kemajuan ekosistem start-up di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit pemodal asing yang mengekspresikan keyakinannya kalau Indonesia akan tumbuh pesat.

Dukungan seperti itu lah yang kemudian bisa memecut semangat pengusaha-pengusaha start-up di Indonesia`untuk menghasilkan ide-ide yang inovatif dan futuristik. Hal tersebut bisa terjadi, jika para pengusaha start-up sudah tidak memikirkan masalah permodalan, sehingga mereka bisa fokus total ke perencanaan dan pengembangan bisnis. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan, Indonesia bisa merajai industri start-up dunia.  (WeBe)

Sumber: Tech in Asia & Strait Times

Foto: eWeek

 

Rekomendasi

Baca Juga