News Jack Ma Terkonfirmasi sebagai Anggota Partai Komunis Tiongkok

Jack Ma Terkonfirmasi sebagai Anggota Partai Komunis Tiongkok

Sisiusaha (27/11)

Co-founder sekaligus Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma, terkonfirmasi sebagai anggota Partai Komunis Tiongkok. Seperti dilansir Reuters dari The People’s Daily (Koran Resmi Partai Komunis Tiongkok), Jack Ma merupakan satu dari seratus anggota Partai Komunis Tiongkok yang membantu proses reformasi dan keterbukaan di Tiongkok.

Kabar tersebut menghilangkan prasangka publik yang tersiar bahwa Jack Ma tidak mempunyai afiliasi politik. Namun, informasi tersebut tidak disertakan dengan keterangan waktu sejak kapan dan sudah berapa lama Jack Ma bergabung.

Berita ini tersiar bersamaan dengan dorongan Pemerintah Tiongkok untuk menjadikan perusahaan privat berjalan linier dengan nilai-nilai Partai Komunis Tiongkok, khususnya di bidang teknologi. Sektor ini telah tumbuh dengan sangat cepat di Tiongkok.

Pria kelahiran Hangzhou 54 tahun silam ini berhasil mengantarkan Alibaba Group menjadi perusahaan superior dengan kekayaan 390 milyar USD. Usahanya terbentang dari industri logistik hingga industri berbasis media sosial.

Melalui Reuters, Juru Bicara Alibaba menolak untuk berkomentar terkait keanggotaan Jack Ma. Tetapi, ia meyakinkan kalau afiliasi politik pemimpinnya tidak akan mengubah operasional perusahaan. “Afiliasi politik dari petinggi kami tidak mempengaruhi proses pengambilan keputusan juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan, Alibaba hanya mengikuti setiap peraturan dan regulasi yang ada di negara tempat mereka beroperasi. “Yang jelas, kami akan terus berusaha mewujudkan misi kami untuk membantu orang supaya lebih muda berbisnis di era digital saat ini,” pungkasnya. Strait Times melaporkan, selain Jack Ma, beberapa eksekutif asal Tiongkok juga ikut aktif dalam program Partai Komunis Tiongkok, seperti Robin Li dari Baidu dan Pony Ma dari Tencent. Kelompok yang biasa disebut Trio “BAT” (Baidu, Alibaba, Tencent) ini merupakan perusahaan teknologi superior asal Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok mulai mereformasi kebijakan ekonominya pada tahun 1978 dibawah kepemimpinan Deng Xiaoping. Saat itu, Tiongkok menggeser doktrin komunisme tradisionalnya dengan mengizinkan bentuk perusahaan perseorangan. Hasilnya, Tiongkok berhasil tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia nomor dua di bawah Amerika Serikat.

Sebelumnya, pria yang ditaksir memiliki kekayaan 39,4 milyar USD ini, memang sering mendukung kebijakan-kebijakan yang dibuat Presiden Xi Jinping. Bahkan, pada 2016, Jack Ma mengusulkan penggunaan big data guna mencegah tindak kriminalitas di Tiongkok. (WeBe)

Rekomendasi

Baca Juga