News Lulusan SMA/SMK di Kabupaten Tasikmalaya belum Terserap dengan Baik

Lulusan SMA/SMK di Kabupaten Tasikmalaya belum Terserap dengan Baik

Sisiusaha (2/11)            

Lulusan SMA/SMK di Kabupaten Tasikmalaya belum terserap dengan baik, sehingga mengharuskan mereka mencari pekerjaan di luar daerah yang tidak sesuai bidangnya. “Kebanyakan lulusan SMA/SMK di sini mereka bekerja di pabrik-pabrik di daerah Karawang atau Bekasi.” Ungkap Pengamat Pendidikan Dede Sopyan.            

Dede menambahkan, dari jumlah lulusan tersebut juga masih banyak yang menganggur. Adapun yang tetap di Kabupaten Tasikmalaya, mereka-mereka ini hanya bekerja menjaga toko.     

“Selanjutnya untuk mereka yang keluar daerah, belum tentu aman. Karena sifatnya karyawan kontrak, seandainya kontrak habis dan tidak diperpanjang, maka mereka kembali menganggur. Ditambah lagi, mereka ini sebenarnya ingin tetap di Tasikmalaya, karena biaya hidup di sana (kawasan industri -red) tinggi dan tidak sebanding dengan gaji.” Jelas Dede.

Dede mencontohkan, misalnya gaji mereka di sana tiga juta per bulan, dan sudah termasuk kontrakan, makan, serta transportasi. Jadi, ujung-ujungnya ketika pulang ke Tasikmalaya hanya membawa uang sedikit, atau bisa dikatakan tidak membawa apa-apa.

Sebetulnya lulusan SMA/SMK ini bisa saja terserap langsung di Kabupaten Tasikmalaya, asalkan pihak Pemerintah serius dalam membuat program. “Bisa saja kan Pemerintah adakan pelatihan-pelatihan, bantu permodalan, sekaligus melakukan pengawasan, sehingga lulusan-lulusan tersebut mampu berwiraswasta secara mandiri. Kebanyakan program sekarang hanya sebatas pelatihan, setelah itu dilepas begitu saja.” Tutur Dede.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dede menyarakan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya harus membuka diri terhadap investor dari pihak mana saja. Sebagai contoh, pembangunan pusat perbelanjaan atau pabrik, nantinya akan menyerap tenaga kerja asli lulusan Kabupaten Tasikmalaya. “Kalau itu terjadi, mereka tidak perlu keluar kota lagi. Dan bisa dipastikan, pendapatan Kabupaten Tasikmalaya akan meningkat.” Pungkas Dede.

Dede berharap, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga aktif mendatangi usaha-usaha di Kabupaten Tasikmalaya untuk bekerjasama. Setidaknya, ia menginginkan, dari setiap 100 lulusan SMA/SMK, 70 diantaranya bisa terserap di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. (WeBe)

 

Foto: Asian Development Bank

Rekomendasi

Baca Juga