Trivia Tip Psikologi Warna Untuk Menarik Pelanggan

Tip Psikologi Warna Untuk Menarik Pelanggan

sisiusaha (13/9)

creative people.. Warna memiliki pengaruh yang kuat terhadap sikap dan emosi. Ketika kita melihat warna, mata akan berinteraksi dengan bagian otak bernama hipotalamus, yang kemudian mengirim sinyal pada kelenjar pituitari di sistem endokrin, untuk diteruskan ke kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid akan menghasilkan berbagai hormon yang memengaruhi suasana hati, emosi, dan akhirnya perilaku.

Pakar pemasaran Neil Patel menyatakan, “Delapan puluh lima persen alasan kamu membeli sebuah produk adalah karena warna.” Begitu juga dalam situs web atau platform e-commerce, warna berperan besar untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan. Memahami psikologi warna akan membantumu merancang antarmuka yang efektif dan tepat sasaran.

Psikologi warna dipengaruhi oleh empat prinsip dasar: cara, waktu, audiens, dan tujuan. Simak sembilan tip di bawah untuk memahami teknik penerapan warna yang tepat pada target pasarmu.

Wanita menyukai biru, ungu, dan hijau

Dalam sebuah survei tentang warna dan gender, 35 persen wanita berkata bahwa biru adalah warna favorit mereka, disusul oleh ungu (23 persen), dan hijau (14 persen). Sebaliknya, 33 persen mengaku bahwa oranye adalah warna yang paling mereka tidak suka, disusul warna coklat (33 persen juga) dan abu-abu (17 persen).

Berbagai studi lain juga mendukung penemuan tentang psikologi warna ini dan menyatakan bahwa wanita lebih menyukai warna-warna cerah ketimbang warna tanah. Preferensi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para penjual produk untuk wanita, misalnya perusahaan kosmetik Pond’s atau media Woman’s Day. Oh, dan satu lagi, kepercayaan bahwa semua wanita suka warna pink itu hanya mitos!

Pria menyukai biru, hijau, dan hitam

Di sisi lain, bila kamu ingin menggaet pelanggan pria, maka warna yang harus kamu gunakan adalah biru, hijau, atau hitam—tiga warna yang secara tradisional memang diasosiasikan dengan sifat maskulin.

Ungu, oranye, dan coklat sebaiknya kamu jauhi, kecuali bila kamu ingin memasarkan produk ke orang tua atau anak-anak. Anak-anak bisa menerima warna oranye, sementara orang tua lebih toleran pada warna coklat.

Biru menumbuhkan kepercayaan

Menariknya, baik pria ataupun wanita terbukti sama-sama memiliki kesukaan terhadap warna biru. Biru adalah simbol dari segala hal yang menimbulkan rasa percaya, seperti kecerdasan, kepemimpinan, kesetiaan, ketenangan, hingga keamanan. Karena itulah warna ini sering digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang-bidang dengan data sensitif, seperti bank, asuransi, atau fintech.

Ada satu bidang yang tidak boleh didekati oleh warna biru: makanan. Dalam psikologi warna, biru menimbulkan kesan “dingin” yang menurunkan selera makan, juga terkesan jauh dari alam (tidak banyak makanan alami berwarna biru). Biru bahkan diasosiasikan dengan racun dalam makanan. Khusus untuk bidang ini, jauhi biru, dan gunakan warna merah atau kuning.

Coba tebak, warna apa yang digunakan oleh media sosial terbesar, yang banyak menyimpan data pribadi miliaran orang dari seluruh dunia? Ya, biru.

Kuning memancing rasa waspada

Sebagian studi menyatakan bahwa kuning adalah lambang kesenangan dan kegembiraan. Tapi sebenarnya kesenangan itu bukan muncul murni dari hal yang membahagiakan, melainkan dari antisipasi terhadap suatu hal besar yang akan terjadi.

Kuning adalah warna yang memancing respons dan emosi tinggi dari otak manusia. Dalam jumlah kecil, warna ini bisa berguna untuk menarik perhatian, sehingga banyak digunakan oleh tanda peringatan di berbagai tempat. Tapi dalam jumlah besar, warna ini bisa membuat orang mudah marah atau gelisah. Gunakanlah warna kuning dengan hati-hati.

Hijau untuk kesan alami dan kreatif

Hijau dan alam adalah dua hal yang sudah jelas sangat berkaitan, tapi tahukah kamu bahwa warna ini punya berbagai efek psikologi warna lain? Sebuah studi menemukan bahwa hijau dapat lebih memancing kreativitas dibandingkan warna-warna lain. Selain itu, warna hijau dapat kamu gunakan untuk memunculkan kesan menonjol atau “terisolasi” di elemen-elemen penting situsmu.

Fenomena isolasi ini disebut sebagai efek von Restorff dan berguna apabila kamu ingin menyediakan tombol call to action. Perhatikan bahwa di situs milik Dell, semua tombol pembelian didesain dengan warna hijau.

Oranye melambangkan kesenangan

Oranye banyak digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan olahraga, produk anak-anak, atau pengumuman diskon. Alasannya, warna ini memunculkan rasa senang, juga menstimulasi manusia untuk lebih impulsif dan kompetitif. Oranye adalah warna yang hangat dan kuat, sehingga memancing kita untuk bergerak lebih cepat dan aktif.

Salah satu contoh produk yang identik dengan stimulasi dan kesenangan adalah video game. Karena itu, wajar bila salah satu media game yang pernah populer di Indonesia menggunakan oranye sebagai warna utamanya.

Hitam memberi kesan mewah

Semakin gelap warnanya, semakin mewah barangnya. Begitulah psikologi dalam diri kita bekerja. Sebuah artikel dari Lifescript mendeskripsikan hitam sebagai lambang sifat elegan, canggih, dan kuat. Bila seorang pedagang ingin menjual barang mahal kepadamu, inilah warna yang akan mereka gunakan.

Jangan lupakan putih

Sebagian orang mungkin akan berkata bahwa putih (dan hitam) bukanlah sebuah warna. Tapi tidak bisa kita memungkiri pentingnya putih dalam desain, termasuk desain situs. Putih banyak diabaikan karena perannya sering kali terbatas hanya sebagai latar belakang, tapi dengan pemanfaatan ruang yang baik, putih dapat memunculkan kesan rapi, luas, dan bebas.

Warna adalah salah satu elemen desain yang berperan penting dalam menarik pelanggan. Terlepas dari apakah kamu desainer atau bukan, kamu harus sadar bahwa menggunakan warna atas dasar estetika saja bukanlah hal baik. Tampilan situs yang indah tidak akan ada artinya bila kesan yang muncul justru melenceng jauh dari pangsa pasar yang ingin kamu tuju.

Gunakan warna primer yang cerah untuk call to action

Hasil uji coba menunjukkan bahwa call to action atau CTA lebih efektif bila menggunakan warna-warna primer yang cerah (merah, kuning, oranye, hijau) ketimbang warna-warna gelap. CTA harus menarik perhatian, jadi warna-warna cerah sangat cocok, bahkan meski warna itu sebenarnya “merusak” estetika. Contohnya bisa kamu perhatikan di berbagai situs e-commerce, seperti Amazon, Alibaba, hingga Tokopedia.

Menemukan warna yang cocok dengan brand perusahaan, produk/jasa, serta target audiens bukanlah hal mudah. Gunakan psikologi warna sebagai panduan, kemudian lakukan tes pada para pengguna sampai kamu menemukan desain dan warna terbaik untukmu. (RED)

(Artikel ini disadur dari Kissmetrics; Diedit oleh Iqbal Kurniawan; techinasia.com)

 

Rekomendasi

Baca Juga