News Angkring, Aplikasi Untuk Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima

Angkring, Aplikasi Untuk Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima

sisiusaha (28/8)

creative people.. Aplikasi Angkring menawarkan sebuah sistem yang terintegrasi, yang memungkinkan Pdagang kaki Lima (PKL) untuk terhubung dengan stakeholder yang mendukung dengan pengembangan usaha mereka. Angkring memiliki peran penting untuk pemberdaayaan pedagang kaki lima.

Keberadaan Angkring akan menjadi bantuan besar bagi pemerintah, bank, dan lembaga-lembaga lain yang ingin membuat mereka mengimplementasikan program-program mereka lebih baik terutama dengan tujuan mengembangkan UKM. Aplikasi Angkring telah bekerja sama dengan 1.000 PKL di Solo dari total sekitar 3.000 PKL.

Angkring didirikan tiga anak muda Salsabila Imtiyas, CEO, Eldora Aristian Lintang Perdana, dan Rufia Andisetyana Putri. Saat ini Salsabila dan Eldora masih menimba ilmu di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), program studi perencanaan wilayah dan kota semester 7, sedangkan Rufia menimba ilmu di magister perencanaan wilayah dan kota, Institut Teknologi Bandung.

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 800 pengguna. Aplikasi Angkring lahir berawal dari pengalaman pribadi Rufia yang hobi bepergian sejak di bangku kuliah.

Lantaran kemampuan finansial yang terbatas, ia dan teman-temannya sering makan di pedagang kaki lima pada saat traveling. Kala itu, ia terpikir akan sangat memudahkan apabila ada aplikasi yang memberi informasi tentang makanan di pinggir jalan. Kemudian, sebagai mahasiswa, dahulu Rufia sering mendapat tugas penelitian ke luar kota.

 

Pernah suatu kali ia mengalami ban motor yang bocor dan ketika bertanya ke penduduk sekitar, terkadang ia tidak mengerti arah yang ditunjuk. Ia berpikir, semua akan lebih mudah jika ada aplikasi yang menunjukkan bengkel atau tambal ban di sekitar kita berada.

Selain mengembangkan Angkring, Rufia juga tengah menggodok Angkring Seller. Angkring Seller nantinya akan menjembatani antara PKL dan lembaga keuangan. Di sini, Angkring Seller memberikan data kepada lembaga keuangan dan mendapatkan sharing profit.

Angkring juga sukses mengantarkan tiga mahasiswa Program Studi (S-1) Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik (PWK FT UNS) ini meraih ​​Award of National Information Society Agency di Busan Global Smart Cities Challenge, 7-9 September 2016.

Aplikasi Angkring saat ini dapat diunduh di google play store dengan mengklik tautan Angkring berikut ini. (RED)


sumber: Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret

Rekomendasi

Baca Juga