Trivia Karena Menolak Cinta, Julianto Jadi Korban Order GoFood dan di PHK Perusahaan

Karena Menolak Cinta, Julianto Jadi Korban Order GoFood dan di PHK Perusahaan

sisiusaha (02/8)

creative people.. Julianto Sudrajat mengaku tak hanya menjadi korban teror order Go-Food oleh seorang wanita bernama Sugiarti. Menurut Julianto, akibat ulah Sugiarti pula ia kini tak lagi bekerja di bank swasta yang terletak di Matraman, Jakarta Timur.

Ini terjadi karena Julianto menolak cinta seorang perempuan yang dikenalnya lewat Facebook. Si perempuan kesal dan memilih cara 'balas dendam' dengan memesan GoFood dengan membuat akun Gojek atas nama Julianto berdasar email Julianto yang diketahui perempuan tersebut.

Julianto bingung karena menerima pesanan GoFood berkali-kali dalam sehari. Padahal dia tidak pernah memesan makanan lewat aplikasi tersebut. Teror pesanan GoFood itu mulai terjadi sejak Senin (3/7) lalu saat dia sedang bekerja di kantornya di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Seorang driver Gojek datang mengantar pesanan GoFood senilai Rp 200 ribu atas nama Julianto.

Bukan hanya sekali, selang 20 menit driver Gojek yang lain datang mencari Julianto. Dia juga membawa pesanan GoFood. Tiga kali, empat, hingga enam kali driver Gojek yang berbeda datang mencari Julianto untuk mengantarkan pesanan GoFood.

Julianto yang kebingungan ingin menolak pesanan, namun tak bisa karena kasihan pada driver Gojek. Terpaksa dia harus kembali merogoh koceknya hingga Rp 600 ribu lebih.

Menurut Julianto, saat mengambil pesanan GoFood, driver Gojek sudah melakukan konfirmasi terlebih dahulu via telepon. Meski nama pemesan adalah Julianto Sudrajat tetapi yang selalu mengangkat telepon justru seorang perempuan. Dia memastikan order sesuai pesanan dan meminta diantar ke alamat yang tertera di aplikasi, yakni alamat kantor Julianto.

Saat tiba di lokasi untuk mengantar pesanan, driver Gojek kembali menghubungi nomor yang tertera di aplikasi namun tidak aktif.  "Akhirnya driver Gojeknya kan langsung cari saya di kantor karena nomor yang ditelepon nggak aktif. Nomor yang itu padahal bukan nomor saya," ucap Julianto.

Teror GoFood masih berlanjut pada Selasa, Rabu hingga Kamis (6/7). Julianto terus kedatangan pesanan GoFood hingga dia kewalahan. Bahkan teman sekantornya juga ikut membayar pesanan itu kepada driver Gojek. "Teman saya sampai patungan buat bayarin GoFoodnya," katanya.

Julianto menambahkan selain GoFood, dia juga pernah menerima driver Gobox yang datang ke kantor dan ke rumahnya. "Katanya saya beli kulkas minta dibawain pakai GoBox, terus datang ke rumah katanya mau pindahan pakai GoBox," ucapnya.

Lebih lanjut juga Julianto menjelaskan, bahwa foto KTP-nya disebar oleh Sugiarti di media sosial dengan tuduhan sebagai seorang penipu. Hal itu menyebabkan Julianto dipecat oleh perusahaan tempatnya bekerja.

"Jadi Sugiarti itu nyebarin foto KTP saya, sampai ke Twitter kantor saya. Manajemen kantor langsung merumahkan saya. Jadi PHK-nya bukan karena pesanan Go-Food fiktif," ujar Julianto.

Hingga hari ini, Julianto mengaku belum juga mendapatkan pekerjaan yang baru. Sejak dirumahkan, ia hanya mengisi hari-harinya dengan berkunjung ke rumah saudara-saudaranya. "Padahal saya baru kerja tujuh bulan di cabang kantor itu. Belum punya penghasilan lain saya sekarang ini. Ini masih cari-cari kerja," sebutnya.

Ia berharap polisi dapat segera mengungkap kasus ini agar kesalahpahaman berbagai pihak terhadapnya tak berlarut-latut. "Saya sih pengin cepat dapet kerja lagi. Orang juga enggak mikir macem-macem lagi kepada saya," ucapnya.

Selain diberhentikan dari kantornya, Julianto pun sempat bernasib sial dengan banyaknya tagihan pesanan makanan melalui aplikasi Go-Food yang diduga dilakukan oleh Sugiharti. Ia mengaku telah merugi jutaan rupiah demi membayar tagihan makanan yang diduga dipesan oleh wanita yang sempat menaruh hati terhadapnya tersebut.

Kasus yang viral di media sosial ini telah dilaporkan Julianto ke polisi. Rencananya, polisi akan mempertemukan Julianto dan Sugiarti. Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo juga telah meminta jajarannya segera mengungkap kasus pesanan makanan melalui aplikasi ojek online, Go-Food.

"Tadi sudah saya sampaikan Kasat Serse untuk segera tangani dan bagaimana solusinya," ujarnya. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga