News Bus Pesta VIP Royale Disita Kemenhub

Bus Pesta VIP Royale Disita Kemenhub

sisiusaha (22/7)

creative people.. Menciptakan kreatifitas sah sah saja, namun juga perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Standar keselamatan juga harus terpenuhi, sehingga hasil karya dapat diterima oleh semua pihak. jangan sampai terjadi masalah seperti bus pesta VIP Royale yang disita Kemenhub.

Bus Pesta VIP telah melalui proses modifikasi yang memungkinkan penumpang melakukan pesta di dalamnya. Kemenhub sendiri telah mengeluarkan peraturan terkait standar modifikasi kendaraan umum.

Direktorar Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan menyita Bus Pesta VIP Royale karena diduga membahayakan dan tidak mengikuti uji kelaikan kendaraan sesuai aturan Kemenhub. Surat-surat izin jalan bus tersebut juga diduga palsu.

"Iya itu dia lakukan (uji kelaikan kendaraan), tapi kan yang kita telusuri mungkin bodong (palsu), atau mungkin nggak sesuai (prosedur)," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto seperti dilansir detik.com, Jumat (21/7/2017).

Penyelidikan sementara Kemenhub menunjukkan ada yang tidak beres dengan operasional Bus Pesta VIP Royale. Pudji memandang bus tersebut akan membahayakan jika terus dibiarkan beroperasi.

"Ya kita sita karena sementara itu pemiliknya itu belum ada, belum bisa menjelaskan tentang kegunaan dan operasional. Tapi kita sudah mengetahui dari hasil penyelidikan itu ada yang tidak beres. Tidak beres perizinanya, KIRnya, tentang kelayak jalannya, itu yang kita cek," kata Pudji.

"Tidak benar kalau semua administrasinya tidak beres terus jalan beroperasi, bahkan disewakan untuk orang, itu kan berbahaya. Sementara kita kan punya prinsip angkutan tranportasi harus berkeselamatan," tambahnya.

Pudji menyebut Bus Pesta Royale VIP awalnya merupakan bis biasa yang dimodif dari standar pabrik. Bus ini kemudian disewakan untuk umum setelah melewati proses modifikasi yang dapat digunakan untuk pesta.

"Ini kan awalnya dari spek yang umum mobil biasa diubah menjadi seperti itu. Nah ini yang katanya awal mula ceritanya tidak digunakan untuk umum, tapi kemudian berkembang terus disewakan segala macam," pungkas Pudji. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga