Opini Arab Yang Dinista, Arab Yang Didamba

Arab Yang Dinista, Arab Yang Didamba

sisiusaha (25/2)

creative people.. Beberapa waktu yang lalu sempat heboh pidato Megawati, ketua umum PDIP dalam sambutannya yang mengatakan "Kalau Mau Jadi Orang Islam, Jangan Jadi Orang Arab". Pidato ini mengundang reaksi dari berbagai kalangan. Namun saat ini pemerintah sedang sibuk mempersiapkan sambutan kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud yang akan datang ke Indonesia pada 1 Maret 2017.

Sebelumnya juga banyak komentar sarkasme mengenai orang Arab, tak kurang artis bintang film bernama Prisia Nasution melontarkan pernyataan kontroversial terkait Arab, dalam kicauannya melalui akun twitternya @itsprisia "Semua orang berpakaian seperti orang Arab, bendera dituliskan tulisan Arab, adat istiadat Arab, kenapa ngga pada pindah Arab aja ya?", sabtu ( 21/1/2017).

Waktu berganti, sebelunya Arab sering dinistakan tapi kini Arab sedang didambakan. Harapan besar masuknya investasi ke Indonesia sedang di tujukan kepada Salman, Raja Arab Saudi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan kedatangan Raja Salman itu akan membawa dana investasi hingga US$25 miliar (Rp334,06 triliun).

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. "Kunjungan ini merupakan kunjungan yang bersejarah," kata Pramono di Jakarta, dilansir dari Arabian Business, Kamis 23 Februari 2017. Akan tetapi, tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah Arab Saudi terkait dengan dana investasi jumbo yang siap disuntikkan di Indonesia.

 

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini merupakan bagian dari kunjungan Raja ke Asia. Raja Salman akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Dia juga akan menghabiskan waktu untuk berlibur selama enam hari di Bali.

Indonesia berharap kunjungan Raja Salman ini bisa menegaskan kerja sama BUMN migas Arab Saudi, Aramco, dengan BUMN migas Indonesia, PT Pertamina (Persero), tentang upgrade kilang Cilacap. "Kami menargetkan ada investasi," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong.

Pramono mengatakan Indonesia berharap Arab Saudi akan membantu mempromosikan pengajaran Islam lewat pelajaran Islam dan pertukaran pelajar. Indonesia juga memperkirakan akan ada kerja sama untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari Timur Tengah ke Arab Saudi untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

Deputi Menteri Luar Negeri, Abdurrachman M. Fachir, menambahkan kunjungan Raja Salman adalah yang terlama sepanjang kunjungannya ke Asia. "Kunjungan ini juga merupakan promosi dan berharap bisa meningkatkan jumlah turis dari Timur Tengah," ungkapnya dia.

Tidak hanya pemerintah pusat yang memiliki harapan besar masuknya investasi Arab ke Indonesia, pemerintah daerah Bali juga sedang mempersiapkan proposal dalam menyambut Raja Salman yang akan menyempatkan berlibur di pulau Dewata ini.

Pemprov Bali tak ingin melewatkan kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Pulau Dewata. Diharapkan lahir kerja sama investasi untuk membangun infrastruktur kepariwisataan. "Kita sambut positif kedatangan Raja Arab ke Bali untuk mendorong kemajuan pariwisata kita. Kami berharap Raja tidak semata-mata datang ke Bali, tetapi juga bisa membantu Indonesia khususnya bali untuk membangun fasilitas dan infrastruktur kepariwisataan," kata Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta di Denpasar, Jumat (24/2/2017).

Sudikerta mengaku punya informasi bahwa Raja Salman ingin berinvestasi di Bali. Raja Salman pernah bilang, Brunei Darussalam saja membangun hotel di Bali, kenapa dirinya tidak. "Kata-kata itu kita sambut positif, kita berharap Beliau mau berinvestasi dalam berbagai bidang di Bali. Entah itu pembangunan infrastruktur jalan tol atau pembangunan bandara Bali utara, stadion dan lain sebagainya sepanjang bisa kita komunikasikan dengan Beliau," ujar Sudikerta.

Kata Sudikerta, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, beberapa hari lalu juga sudah dipanggil Presiden Joko Widodo untuk melakukan rapat koordinasi, terkait kedatangan Raja Salman untuk plesiran di Pulau Dewata. Rencananya Raja Salman tinggal di Bali pada 3-9 Maret 2017.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sudah menyiapkan lahan parkir khusus bagi pesawat Raja Salman. "Kami sudah menyiapkan terkait parkir dan pelayanan penumpangnya," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengatakan dengan kedatangan Raja Salman akan mendongkrak pariwisata Indonesia dan khususnya Bali.Kedatangan Raja Salman di Bali untuk berlibur itu diharapkan memberikan pengaruh positif bagi rakyatnya termasuk wisatawan dari negara-negara di kawasan Timur Tengah. "Kalau rajanya datang maka rakyatnya akan datang juga," katanya.

Arief menjelaskan wisatawan dari Timur Tengah merupakan salah satu wisatawan kelas premium dengan tingkat pengeluaran yang tinggi yakni sekitar 2.000 dolar AS untuk sekali kunjungan.

Apakah hanya karena lawan politik Ahok yang sedang bersaing dalam pilkada DKI Anies Baswedan beretnis Arab, maka berseliweran ucapan sarkasme, bahkan ada yang secara terang benderang menunjukkan ketidaksukaan kepada Arab. Namun sekarang kata Arab sedang indah dan menjadi magnet kuat bagi pemerintah. (M Abduh Baraba)

Rekomendasi

Baca Juga