News Belanja Iklan Internet Tahun 2017 Diprediksi Tumbuh Tiga Kali Lipat

Belanja Iklan Internet Tahun 2017 Diprediksi Tumbuh Tiga Kali Lipat

sisiusaha (09/10)

creative people.. Tak dapat dipungkiri semakin hari pengguna internet terus bertambah, kecepatan akses serta kecerdasan internet juga semakin tinggi. Hal ini membuat para pengiklan lebih memilih menempatkan tayangan iklan melalui internet dan diprediksi belanja iklan internet tahun 2017 tumbuh tiga kali lipat.

Sebut saja ketika kita mengklik iklan suatu produk di adsense google atau sejenisnya, secara cerdas internet akan menampilkan iklan sejenis di gadget atau komputer kita berikutnya, seolah internet memahami betul apa yang sedang kita butuhkan.

M Abduh Baraba, CEO sisiusaha network melanjutkan, pengiklan tidak hanya ingin memiliki sasaran yang luas, tapi pengiklan juga akan lebih tertarik dengan sasaran yang tepat. Penayangan iklan melalui internet memiliki tingkat akurasi yang tinggi terhadap minat dan kebutuhan penggunanya.

Persaingan antar media sebagai sarana penayangan iklan semakin tinggi, kalau dahulu media telivisi menempati posisi yang bergengsi dalam penayangan iklan, kini iklan melalui internet justru lebih sexy. Bayangkan ketika kita sedang mencari sebuah handphone melalui internet, berikutnya tanpa kita cari berbagai tawaran iklan produk handphone akan muncul di layar gadget atau komputer kita. Hal ini tentunya akan lebih memudahkan kita sebagai pelanggan menemukan produk yang sesuai dengan harga yang terbaik.

Dengan demikian, tim pemasaran pun menyasar belanja mereka ke website media, iklan berbaur dengan lini masa pengguna dalam berbagai platform, Facebok, twitter dan Snapchat membuktikan lebih efektif daripada model spanduk.

Dilansir dari Al Arabiya, Zenit Optimedia, agensi periklanan milik Publicis dari Prancis, memperkirakan iklan di media sosial akan meningkat seiring dengan kecepatan internet dan ekspansi media sosial di perangkat mobile.

Menurut Kepala Prediksi Zenith, Jonathan Barnard mengatakn belanja iklan global di media sosial akan mencapai 20% dari seluruh iklan internet pada 2019, mencapai US$50 milar dan hanya satu persen di bawah iklan surat kabar. Iklan media sosial diperkirakan akan menyalip koran pada 2020.

“Media sosial dan video online terus tumbuh di pengeluaran iklan global, meskipun ada gejolak politik. Industri media dihadapkan pada pergeseran cepat dalam tren periklanan selama beberapa tahun terakhir. Anggaran iklan berpindah dari surat kabar ke website, baik di komputer maupun ponsel,” ujarnya.

Dikatakan, tim pemasaran pun menyasar belanja mereka ke website media, iklan berbaur dengan lini masa pengguna dalam berbagai platform, Facebok dan Snapchat membuktikan mereka lebih efektif daripada model spanduk. Laporan ramalan Zenith menyatakan pengeluaran belanja iklan global akan tumbuh 4,4% di 2017, angka yang sama dengan 2016.

“Acara besar seperti Olimpiade, referendum Uni Eropa Inggris Raya dan Pilpres AS berperan banyak terhadap iklan tahun ini. Iklan video online juga tumbuh pesat dan mencapai total US$35,4 miliar di dunia pada 2019, sedikit di atas radio namun masih di bawah televisi,” katanya.

Ditambahkannya, belanja iklan global stabil sejak 2010, pertumbuhannya menurun di Timur Tengah dan Afrika Utara. Zenith memperkirakan China dan sebagian besar Asia tumbuh pesat. (HAN/RED)


Baca Juga:
Ini Kunci Marketing yang Sukses kata Markplus
Begini Cara Google Tahu Tentang Diri Anda
Facebook Incar Sektor UKM

Rekomendasi

Baca Juga