News Negara Defisit 2,41 persen, 2017 Pemerintah Akan Tambah Hutang Rp.384,7 Triliun

Negara Defisit 2,41 persen, 2017 Pemerintah Akan Tambah Hutang Rp.384,7 Triliun

sisiusaha (28/10)

creative people.. Pemerintah Indonesia memperkirakan mengalami defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 yang ditetapkan sebesar Rp330,2 triliun, atau 2,41 persen terhadap produk domestik bruto. Dengan ini, mau tidak mau pemerintah harus menambah utang.

Ini dikarenakan pendapatan negara yang ditetapkan Rp 1.750,283 triliun, namun besaran belanja negara diproyeksikan Rp 2.080,451 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akibat besarnya pelebaran defisit tersebut, pemerintah harus menambah utang untuk menutupi defisit.

Baca Juga: Sri Mulyani: 2017 Perdagangan International Lemah, Jangan Andalkan Ekspor

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, jika dibandingkan kemungkinan perkiraan defisit hingga akhir 2016, maka proyeksi defisit hingga akhir 2017 jauh lebih realistis. "Dibandingkan outlook 2016 yang bisa sampai 2,7 persen, rasio itu lebih rendah. Jadi ada tambahan utang sebesar Rp384,7 triliun," jelas Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 27 Oktober 2016.

Menurutnya, pembiayaan defisit tersebut bersumber dari pembiayaan utang Rp 384,690 triliun, pembiayaan investasi sebesar negatif Rp 47,488 triliun, pemberian pinjaman sebesar negatif Rp 6,409 triliun, kewajiban penjamin sebesar negatif Rp 924,1 miliar dan pembiayaan lainnya sebesar Rp 300 miliar.

"Ini untuk menjaga rasio utang pada PDB yang masih relatif sehat. Pembiayaan dari utang kami juga tidak terlalu berat," ucap Sri. Kendati demikian, dirinya berjanji akan terus memperbaiki pondasi fiskal agar beban bunga tidak semakin membebani. “Kita bagaimana mengelola keuangan negara dengan baik,” ungkapnya (sumber: Merdeka.com/RED)

Arikel Terkait: Sri Mulyani Bekukan DAU Tapi Jamin Tak Ganggu Gaji PNS

Rekomendasi

Baca Juga