Opini Filosofi Nasi Goreng..

Filosofi Nasi Goreng..

sisiusaha (11/10)

Siapa tak kenal nasi goreng, masakan yang sangat populer dengan rasa ceria. Nasi goreng adalah sebuah bagian penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan. 

Dikenal ada banyak varian nasi goreng dengan berbagai pilihan seperti ayam, sapi, kambing, telor, seafood menjadi lauk utama, begitu pula bumbu-bumbu yang bervariasi, dari nasi goreng kampung, oriental, rempah, kecap, sayur, tomat, pedas bahkan nasi goreng mawut sampai nasi goreng gila pun ada. Keragaman lauk serta resep bumbu menjadi menarik dan mencerminkan kekayaan rasa yang di hasilkan lewat masing masing tangan dan teknik pengolahan.

Apapun lauk serta bumbunya, tetap nasi goreng namanya. Ketika sebuah kedai atau bahkan resto menjual nasi goreng dengan bumbu andalan chefnya mampu memberikan rasa kenyang dan mungkin juga nikmat bagi pelanggannya, namun hal itu tidak lalu menjadi standar kepuasan secara umum.

Saat chef meramu bumbu serta menyiapkan lauk andalannya, terpikir bahwa semua pelanggan akan memiliki kesamaan selera tentang cita rasa, sehingga sangat tinggi kepercayaan dirinya, namun kenyataan berkata berbeda, tidak bisa digeneralisir bahwa semua pelanggan memiliki selera akan cita rasa yang sama, ada yang suka pedes, sedang atau bahkan tidak sama sekali, ada yang lebih memilih bumbu dengan rasa ringan atau berbumbu kuat dan seterusnya.

Hal ini mampu membuktikan bahwa ketika kita telah berusaha bahkan sekuat tenaga memberikan hal terbaik yang kita mampu, belum tentu dapat memuaskan semua pihak secara bersamaan. Sesuatu yang menarik pada sebagian orang atau kelompok, belum tentu bisa di terima oleh orang atau kelompok yang berbeda. Itulah filosofi nasi goreng, walaupun dengan nama dan bentuk yang sama, dikerjakan oleh orang yang sama dengan bahan yang sama pula, ternyata tidak mampu memberikan kepuasan selera kepada semua orang secara bersamaan. (MAB)

 

Rekomendasi

Baca Juga