News Berkraf Sediakan Akses Permodalan Untuk Usaha 'Baru' Rintisan (Startup)

Berkraf Sediakan Akses Permodalan Untuk Usaha 'Baru' Rintisan (Startup)

sisiusaha (28/9)

creative people.. Permodalan bagi pengusaha rintisan (startup) menjadi semacam suplemen yang sangat penting. Namun jangan pesimis untuk bisa mendapat modal agar usaha dapat tumbuh, saat ini sumber modal bagi startup semakin banyak alternative. Hal ini menjadi fokus Badan Ekonomi Kreatif (Berkraf), Berkraf sedang berusaha keras agar akses permodalan bagi startup menjadi mudah didapat.

Salah satu cara yang dilakukan Berkraf adalah mengadakan Startup Pitch Day, untuk kelima kalinya, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Startup Pitch Day di CO & CO Coworking, Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan akses permodalan yang lebih besar untuk startup atau usaha rintisan di Indonesia.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso mengatakan, sebanyak 31 startup ekonomi dari subsektor ekonomi kreatif film, aplikasi, jasa marketing, jasa training, fotografi, fashion, dan game hadir sebagai peserta. Startup Pitch Day Bekraf merupakan workshop sekaligus pelatihan pitching untuk para startup yang tahun ini diadakan di Depok Jawa Barat (30/8/2016); Medan, Sumatera Utara (3/9/2016); Solo, Jawa Tengah (6/9/2016); Malang, Jawa Timur (9/9/2016); dan Bandung, Jawa Barat, hari ini (17/9/2016). Dari pitching day di Bandung, dewan juri memilih lima startup untuk mengikuti final di Denpasar, Bali pada 23 September 2016.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif dengan pengajaran pitching untuk meningkatkan kesiapan pelaku ekonomi kreatif dalam meningkatkan skala bisnis mereka,” ucap Sugeng di Bandung, Sabtu (17/9/2016). Hadir dalam kesempatan ini sebagai narasumber Nazier Ariffin (Fenox), Ben Wirawan (Mahanagari), Hongky Heriandi Saptari (YMF), dan Dondi Hananto (Unitus Impact).

Dalam acara itu, perwakilan para investor lantas menjelaskan aktivitas investasi serta pengalaman mereka pada saat memberi maupun menerima investasi. Harapannya, para startup memperoleh masukan dari pengalaman para investor tersebut sehingga mampu meningkatkan permodalan mereka.

Kemudian, masuk di proses acara pitching yang dimulai dengan pembagian kelompok para peserta dan mentoring. Para peserta akan mempresentasikan hasil mentoring dan pitching di depan dewan juri sebagai penilai. Kriteria dewan juri dalam penilaian antara lain kejelasan presentasi, informasi, bisnis model, profit yang dihasilkan, skala prioritas usaha, seberapa besar pengembangan bisnisnya, serta tim pendiri startup.

Dari seluruh peserta, lima startup berhak maju ke babak final di akhir acara. “Para investor kami rangkul sebagai juri untuk memberi kesempatan para startup memiliki pengalaman real. Sehingga, besar harapan kami mereka dapat menggaet investor untuk pengembangan bisnis mereka,” ucap Sugeng.

Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan, melalui acara startup pitch day, Bekraf mempertemukan para startup founders dengan para investor untuk memahami pola pikir investor dalam mengambil keputusan startup mana yang akan mereka pilih. “Di sini, juga muncul pelatihan pitching. Tujuan akhir dari event ini adalah terciptanya ekosistem startup di bidang ekonomi kreatif dan memperbesar peluang startup dalam mendapatkan permodalan,” kata Fadjar. (RED)

 

Baca Juga:


Kabar Gembira, Industri Kreatif Akan Dapat Kucuran Dana Dari Bekraf


Pembiayaan Ekonomi Kreatif, Bekraf Ingin Tiru Malaysia & Singapura


Rp1 Triliun Siap Cair untuk Startup Indonesia Tahun Ini

Rekomendasi

Baca Juga