News Kostoom, Startup Penjahit Indonesia Berlomba Cari Dana Ke Eropa

Kostoom, Startup Penjahit Indonesia Berlomba Cari Dana Ke Eropa

sisiusaha (20/9)

creative people.. Banyak cara dilakukan pelaku startup business (usaha rintisan) dalam mengembangkan usahanya, perdebatan klasiknya adalah modal atau ide yang lebih didahulukan. Jawabnya adalah ide dan kreatifitas yang lebih dahulu, modal menyusul belakangan, karena tanpa ide dan kreatifitas modal akan bergerak tanpa tujuan dan menjadi sia-sia.

Salah satu dari sekian banyak startup yang ada, adalah Kostoom. Kostoom yang merupakan startup tukang jahit akan bertarung dengan startup global di Seedstars Summit Swiss 2017, setelah sebelumnya melalui proses pitching (pendekatan dengan investor) Kostoom terpilih sebagai juara di Seedstars Jakarta 2016.

Dalam perjalanannya di Seedstars Jakarta 2016, Kostoom harus bersaing ketat sebelum mampu menyisihkan delapan startup lainnya, seperti Sewa, Blumbang Reksa, Akomoo, Bukapintu, Konsatoo, Taptopick, Shinta VR, dan Appskep.

Kostoom merupakan platform yang mengusung konsep sharing economy dengan memberdayakan penjahit-penjahit rumahan yang berkualitas. Sekarang sekitar 20 penjahit pilihan tergabung di Kostoom yang dikurasi 300 penjahit rumahan lainnya. Saat ini, Kostoom masih mengembangkan bisnis di kawasan Depok, kemudian bisa menyebar ke seluruh Indonesia pada 2017.

Baca Juga: Bisnis Start Up Makin Diminati Generasi Muda

"Hadirnya Kostoom, semoga bisa memberi kesempatan kepada para penjahit rumahan untuk bisa mengembangkan usahanya. Kini, pendapatan penjahit meningkat 200 hingga 300 persen setelah bergabung dengan Kostoom," ujar Chief Executive Officer (CEO) Kostoom, Putry Yuli, dalam siaran persnya, Senin 19 September 2016.

Para peserta startup Seedstars Jakarta 2016 mendapatkan bimbingan mentor dari CEO Big Evo, Andy Santoso, Investment Manager Ventura Capital, Raditya Permana, dan Founder ProSehat, Gregorious Bimantoro.

Setelah itu, para startup menjalankan pendekatan di hadapan juri seperti Vice President Go-Jek, Alamanda Shantika, Co-Founder 8villages, Sanny Gaddafi, Founder Kinara, Dondi Hananto, CEO Badr Interactive Andreas Senjaya, Founder and CEO Daily Social Rama Mamuaya, dan Head for Integrated Technology Indosat Ooredoo Pri Desta Yudha.

"Idenya unik, belum ada yang melirik penjahit dan solusi yang ditawarkan juga bagus," kata Alamanda mengenai alasan dipilihnya Kostoom sebagai juaranya. Sementara itu, Sewa yang merupakan startup rental marketplace yang mempertemukan pemilik barang dan penyewa barang, terpilih sebagai runner-up. Kemudian diikuti Blumbang Reksa, produk Internet of Things (IoT) yang berfungsi memonitor kondisi air, kondisi suhu, kelembapan, hingga sanitasi pada tambak udang, meraih posisi second runner-up.

Berkat kemenangan ini, Kostoom akan mewakili Indonesia di Regional Summit dan Global Seedstars Summit yang akan diselenggarakan di Swiss pada April 2017. Mereka akan bersaing dengan 60 startup dari negara berkembang lainnya untuk pitching di hadapan 1.000 undangan guna mendapatkan dana investasi hingga 1 juta dolar AS serta jaringan dengan para investor dan mentor dari berbagai belahan dunia.

"Seedstars World merupakan salah satu kontribusi KIBAR untuk mendorong berkembangnya ekosistem startup digital di Indonesia. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagus bagi startup Indonesia untuk unjuk gigi ke dunia, bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa," tutur CEO KIBAR, Yansen Kamto. (RED)

 

Artikel Terkait Startup: 

Startup Indonesia Berpotensi Di Bidik “Venture Builder”

Perlu Modal Start Up Bisnis? Hubungi Angel Investor Berikut Ini

Tips Agar Usaha Anda Dilirik Angel Investor

Masih Minim Realisasi Penyaluran Kredit ke UMKM

Belajar Sukses Ala Jendral Republik Keripik Maicih

Rekomendasi

Baca Juga


jadwal-sholat