Trivia Salam Rancage, Merubah Koran Bekas Menjadi Uang

Salam Rancage, Merubah Koran Bekas Menjadi Uang

sisiusaha (19/9)

creative people.. Mungkin tidak pernah terbayang kalau koran bekas bisa menjadi barang yang memiliki nilai jual hingga jutaan. Namun di Salam Rancage, koran bekas yang diolah mampu menjadi berbagai kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi. Adalah kelompok Salam Rancage yang piawai mengolah koran bekas dan hasil daur ulang sampah menjadi berbagai macam kerajinan tangan.

Salam Rancage, didirikan pertama kali pada 2012 di Bogor oleh Tri Permana Dewi dan Aling Nur Nolari. "Salam diambil dari Sekolah Alam Bogor, sedangkan "Rancage" berarti "terampil" dalam Bahasa Sunda. Mula-mula Dewi dan Aling memang tergabung di Sekolah Alam Bogor yang gencar menjalankan program Bank Sampah sejak 2009.

Program tersebut mewajibkan para siswanya menyetorkan sampah yang bisa didaur ulang ke Bank Sampah Sekolah Alam. Setelah berjalan dalam kurun waktu tertentu, keduanya sepakat kegiatan tersebut bisa berkontribusi lebih dari sekadar mengelola sampah. 

Pada dasarnya selain berupaya menyulap barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai jual, Salam Rancage berfokus pada memberdayakan para perempuan, khususnya mungkin ibu-ibu di lingkungan terdekat. Ditanamkan perasaan berdaya dan terus tumbuh dalam diri binaannya, melihat bahwa tiap individu bisa menghasilkan kebermanfaatan dengan cara yang mudah dan sederhana.

Menjadi terampil, maksudnya adalah terampil secara mental atau bagaimana ibu-ibu binaan Salam Rancage mengembangkan kreativitas diri dan berbagi ilmu satu sama lain. 

Kampung Koran merupakan salah satu kegiatan rutin yang digagas Salam Rancage dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Kertas koran tergolong barang bekas yang banyak ditemukan bahkan seringkali berceceran di jalan, dijadikan alat pembungkus, dan lain sebagainya. Dengan menganyam kertas-kertas koran, kampung koran membimbing ibu-ibu binaan menghasilkan berbagai produk rumahan kreatif, sebut saja keranjang cucian, keranjang penyimpanan, accessories, tempat pinsil, tempat tissue, tempat buah, box laundry, tikar dan beragam barang kebutuhan rumah tangga lainnya serta dekorasi rumah.

Awalnya Kampung Koran memang hanya mentransfer ilmu pada 6 warga binaan, namun kini lebih dari 150 ibu-ibu binaan bersama-sama menciptakan kreasi koran yang menjanjikan. Tidak hanya mementingkan uang, bisnis semacam ini lebih menekankan pada pengembangan masyarakat. Dari aspek sosial, ibu-ibu binaan menjalin komunikasi dan relasi yang erat lewat berkumpul dan membagi cerita ketika mereka menganyam.

Sudah menemukan alur yang pas, dalam sebulan Salam Rancage bisa menjual lebih 3000 pcs barang kerajinan yang ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. 

Botol-botol plastik pun tidak luput dari pandangan. Salam Rancage mengumpulkan botol plastik dari Bank Sampah untuk dibersihkan dan dibentuk menjadi barang tertentu. Bagian badan botol plastik bisa dijadikan gelang, setelah dibalut kain batik dan diberi manik-manik, atau bros warna-warni dari bagian bawah botol.

Berkat ketekunannya dalam menginspirasi potensi masyarakat dan memajukan industri hijau, Salam Rancage telah mengikuti serangkaian pelatihan oleh Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia. Ke depannya, bisnis berbasis sosial hijau akan terus dikembangkan Salam Rancage demi menggapai pasar internasional yang lebih luas. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga