News Setelah Bali, Orang Jogja Paling Sering Kunjungi Perpustakaan

Setelah Bali, Orang Jogja Paling Sering Kunjungi Perpustakaan

sisiusaha (10/9)

creative people.. Gelar kota pelajar bagi Jogja sejak lama ternyata tetap adanya hingga kini. Selain begitu banyak kampus di wilayah Jogja ini, tingkat kunjungan masyarakat Jogja ke perpustakaan termasuk yang paling tinggi dibanding dengan daerah lain. 

Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Sairi "Mengunjungi perpustakaan merupakan salah satu kegiatan mengisi waktu luang yang bersifat positif. Pengunjung perpustakaan biasanya memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk mendapatkan pengetahuan yang dicari atau hanya sekedar membaca."

Bahkan, katanya, secara sengaja mayoritas masyarakat DIY meluangkan waktu untuk pergi ke perpustakaan. "Itu salah satu bukti, DIY disebut Kota Pelajar di Indonesia."

Hingga saat ini, lanjut Sairi, pemerintah masih menganggap perpustakaan tempat yang berfungsi menyebarkan pengetahuan dan membantu masyarakat memperoleh dan menambah pengetahuan."Masyarakat yang masih terus berkunjung ke perpustakaan untuk belajar dan mencari pengetahuan, perlu diapresiasi di tengah persaingan perpustakaan dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, seperti perpustakaan digital," terang dia.

Data BPS mencatat, secara total persentase masyarakat berusia lima hingga 44 tahun yang paling banyak mengunjungi perpustakaan adalah Provinsi Bali sebesar 75,62 persen. Berikutnya, kata dia, posisi kedua dan ketiga ditempati Provinsi DIY sebesar 74,67 persen dan Gorontalo sebesar 68,41. Persentase ini terdiri dari lima kategori. 

Pertama, masyarakat tidak bersekolah yang mengunjungi perpustakaan pada posisi tiga besar ditempati oleh DIY sebesar 4,10 persen. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Provinsi Kalimantan Timur (3,12 persen) dan Gorontalo (2,67 persen).

Kedua, masyarakat dengan jenjang SD yang mengunjungi perpustakaan pada posisi 3 besar ditempati oleh DIY (71,92 persen). Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Kepulauan Bangka Belitung (49,02 persen) dan Bali (46,22).

Ketiga, masyarakat dengan jenjang SMP yang mengunjungi perpustakaan pada posisi tiga besar ditempati oleh DIY (82,95 persen). Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Bali 64,54 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung 62,59 persen.

Keempat, pelajar dengan jenjang SMU/Kejuruan yang mengunjungi perpustakaan paling banyak adalah Kalimantan Selatan 61,76 persen. Posisi kedua dan ketiga adalah Bengkulu (59,67 persen) dan Kalimantan Utara (58,31 persen). Sementara DIY menempati posisi kedelapan sebesar 52,47 persen.

Kelima, mahasiswa yang paling banyak mengunjungi perpustakaan berasal dari Bali (75,62 persen), diikuti oleh DIY (74,67 persen), dan Gorontalo (68,41 persen).

Selain banyaknya jumlah perpustakaan di Jogja, di kota ini juga telah dibuka sebuah perpustakaan terbesar di Asia Tenggara. Kemewahan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara ini ternyata mampu menyedot perhatian ratusan bahkan hingga ribuan pengunjung untuk datang dan menjajal setiap ruang yang ada.

"Sejak dibuka secara resmi pada 4 januari 2016 lalu, setidaknya pemustaka yang hadir dan mengisi buku tamu elektronik sejumlah 450 orang per hari. Namun, jumlah tesebut diperkirakan melebihi dari jumlah pengunjung sebenarnya karena beberapa diantara mereka tidak mengisi buku tamu dengan alasan mengantre," ujar Monika Nur Lastiyani selaku Kepala Bidang Pelayanan BPAD DIY.  (RED)

sumber: Antara & BPS

Rekomendasi

Baca Juga