News Ekonomi Lesu, Permintaan Hewan Kurban Sepi

Ekonomi Lesu, Permintaan Hewan Kurban Sepi

sisiusaha (06/9)

creative people.. Sepekan menjelang Idul Adha 1437 H/2016 M, pedagang hewan kurban di berbagai kota mengeluhkan sepinya penjualan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Begitu juga transaksi jual beli hewan kurban di sejumlah sentra pengusaha ternak penyediaan hewan kurban juga masih sepi.

Sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Lebak yang mangkal di Jalan Siliwangi, Cipanas Raya, Leuwidamar, By pass, Mandala dan Rancagawe mengeluhkan karena sepinya pembeli. Mereka para pedagang ternak kurban ini memadati tepi jalan dan kebanyakan hewan domba. Sebagian besar domba tersebut didatangkan dari Garut dan Cianjur, Jawa Barat.

Sejumlah bandar hewan kurban di beberapa kecamatan di Garut, seperti di Kecamatan Cikajang, Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Karangpawitan, memperkirakan transaksi hewan kurban pada penyelenggaran ibadah kurban tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal mereka mengakui minat masyarakat Garut beribadah kurban terbilang tinggi.

"Setelah dievaluasi, dan dirasakan sementara ini, banyak pelanggan dari instansi pemerintah yang biasa menyelenggarakan kurban sepertinya tahun ini tidak menyelenggarakan. Sampai saat ini, mereka belum ada yang mengontak kita. Ya, mungkin akibat penundaan DAU itu," kata Cecep salah seorang pedagang hewan kurban di Jalan Barukai Desa/Kecamatan Cigedug, Minggu (4/9/16).

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi Pasar Hewan Prambanan, Waris Bintoro mengatakan ketersedian hewan kurban seperti sapi di pasar tersebut cukup melimpah. Namun untuk penjualannya masih cenderung sepi jika dibandingkan dengan momen Idul Adha tahun lalu. "Jumlah sapi yang dijual (jelang Idul Adha) cukup melimpah. Tapi penjualannya masih lesu, tidak seperti tahun sebelumnya," katanya saat ditemui di Pasar Hewan Prambanan, Senin (5/9/2016).

"Kalau permintaan sekarang masih sepi. Tahun lalu, satu bulan menjelang Lebaran sudah ratusan ekor dipesan, saat ini hanya belasan saja," menurut Suwono, salah seorang pedagang di Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Sabtu (4/9/2016). Ia mengaku tidak mengetahui dengan persis, mengapa permintaan hewan kurban masih sepi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wahyudi, peternak lainnya. Permintaan ternak juga belum seramai seperti lebaran tahun lalu. Namun, ia optimistis dalam pekan-pekan depan menjelang lebaran, permintaan akan bertambah bagus.Wahyudi mengaku, mengelola sekitar 200 ekor ternak kambing dengan beragam jenis. Namun, rata-rata kambing yang dirawatnya jenis lokal. Harga ternak itu juga beragam, mulai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per ekor, tergantung kondisi tubuh ternak.

Seorang pedagang kambing warga Klepu, Kecamatan Kranggan, Tofa di Temanggung, Senin, mengatakan permintaan kambing atau domba tahun ini tidak seramai tahun lalu. "Khusus untuk permintaan lokal Temanggung sepi, kami justru lebih banyak dapat permintaan dari luar Temanggung," katanya. Ia mengatakan kondisi pertembakauan di Temanggung yang sedang lesu karena cuaca kurang mendukung sangat berpengaruh terhadap permintaan hewan kurban.

Sepinya permintaan hewan kurban tahun ini juga dirasakan oleh pedagang sapi di Pasar Hewan Kranggan, Sofyan yang mengatakan hingga saat ini baru ada satu, dua orang yang memesan sapi untuk kurban. "Biasanya seminggu menjelang Idul Adha sudah puluhan ekor sapi sudah terbeli dan pengirimannya pada hari H Idul Adha, namun saat ini baru ada satu, dua orang yang membeli,' katanya.

Begitu pula yang terjadi di daerah di Pasar Hewan Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Tuban. Menurut Warso, pedagang kambing asal Semanding, "Pembelinya sepi, meski ramai seperti ini kebanyakan para penjual, sedangkan pembeli sedikit, disamping itu harganya juga belum naik seperti biasanya, Cuma naik Rp.100.000."

Lebih lanjut Warso menjelaskan Sepinya permintaan kambing tersebut membuat para pedagang lesu. Saat ini harga kambing masih berada di kisaran Rp.2 juta hingga Rp.3,2 juta, padahal menjelang kurban seperti ini kambing biasanya mampu menembus Rp.3,5 juta hingga Rp.3,7 juta per ekor.

Banyak kalangan memprediksi kelesuan ekonomi dan adanya pengetatan anggaran pemerintah mempengaruhi penjualan hewan kurban tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya pemesanan hewan kurban sepekan sebelum Idul Adha sudah mulai dirasakan oleh pedagang, namun tahun ini kondisi agak berbeda. (RED)

 

Rekomendasi

Baca Juga