News Tersiar Kabar Pizza Hut dan Marugame Pernah Gunakan Bahan Kedaluwarsa

Tersiar Kabar Pizza Hut dan Marugame Pernah Gunakan Bahan Kedaluwarsa

sisiusaha (05/9)

creative people.. Baru-baru ini BBC Indonesia dan Tempo melakukan investigasi guna menindaklanjuti adanya sebuah pesan dari seorang bekas petinggi perusahaan jaringan restoran internasional Pizza Hut dan Marugame, menyangkut dugaan penggunaan bahan yang lewat masa pakainya di dua jaringan restoran internasional ini.

Marugame Udon adalah jaringan restoran Jepang yang merupakan bagian dari Sriboga Food Group, yang membawahi berbagai usaha restoran di PT Sriboga Raturaya. Di dalamnya termasuk Pizza Hut Indonesia, Pizza Hut Delivery (PHD), The Kitchen by Pizza Hut selain Marugame Udon. Tim investigasi gabungan BBC dan Tempo memperoleh sejumlah dokumen, surat elektronik atau email, dan foto-foto dari seorang mantan petinggi di Sriboga Food Group yang menunjukkan itu.

Sumber yang sudah bekerja lama di grup itu berbicara kepada tim BBC Indonesia dan Tempo dengan syarat identitasnya tidak dibuka mengatakan, praktik memperpanjang masa kedaluwarsa secara tidak sah ini terjadi secara sistematik, melibatkan manajemen tinggi perusahaan itu di Indonesia, dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Ditambahkannya upayanya selama ini untuk menghentikan praktik itu sia-sia.

"Awalnya saya tidak ingin berbicara kepada pers, karena sekali diungkapkan kepada pers, hal ini akan diketahui umum, dan akan menjadi masalah yang merusak, yang tak bisa diperbaiki dengan cepat, bahkan bisa tak bisa lagi dikendalikan. Namun tampaknya, pers merupakan satu-satunya jalan terakhir untuk memastikan bahwa praktik perpanjangan masa kedaluwarsa ini dihentikan dan yang penting kejadian ini tidak terjadi lagi dan orang yang bertanggung jawab dihukum secara setimpal." kata sumber tersebut.

Sementara para petinggi Sriboga Food Group, salah satu divisi PT Sriboga Raturaya, perusahaan pemegang lisensi Pizza Hut dan Marugame Udon membantah penggunaan bahan kedaluwarsa. Direktur Utama PT Sriboga Raturaya, Alwin Arifin, membantah penggunaan produk kedaluwarsa di restoran waralabanya. "Pokoknya, enggak benar. Itu fitnah!"

Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan, Suratmono, memberi penjelasan sesuai dengan Undang-Undang No 18 tahun 2012 tentang Pangan, produk kedaluwarsa tidak boleh diedarkan dan dikonsumsi. "Apapun alasannya, produk kedaluwarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan," kata Suratmono. Dia mengacu pada pasal 90 huruf f Undang-Undang Pangan yang menyebutkan produk pangan dianggap tercemar jika melewati kedaluwarsa. "Menurut aturan, bahan pangan tercemar itu harus dimusnahkan." lanjutnya.

Setelah ditunjukkan salah satu foto yang diperoleh team BBC Indonesia dan Tempo terkait dengan penggunaan bahan kedaluwarsa di jaringan restoran Sriboga Food group. Yaitu, bungkusan bonito powder atau tepung ikan bonito. Dalam foto tersebut tercantum tanggal expired date 15 Desember 2015. Tapi, ada lagi stiker tambahan berhuruf kapital: "extended 3 bulan, exp. 15 Juni 2016, e-mail dari Ibu Evita (purchasing)". 

Suratmono langsung menanggapi: "Itu pidana. Tak perlu diteliti lagi, jelas pidana." Suratmono menjelaskan, pasal 99 Undang-Undang Pangan melarang siapa saja untuk "menghapus, mencabut, menutup, mengganti label, melabel kembali, dan/atau menukar tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa pangan yang diedarkan."

Berdasarkan Undang-Undang Pangan, sanksi atas penambahan label atau stiker baru adalah melanggar Undang-Undang Pangan No 18 tahun 2012 Pasal 143, kendati ancaman hukumannya tergolong ringan penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak empat miliar rupiah. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga


jadwal-sholat