News Saham UKM Masuk BEI

Saham UKM Masuk BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar semakin terbuka mengenai hal kepemilikan sahamnya kepada masyarakat, atau biasa disebut dengan istilah Go Public, dengan ikut mencatatkan saham UKM di bursa efek Indonesia (BEI).

Namun menurut Nurhaida (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK), dalam ketentuan Undang-undang (UU) Pasar Modal, syarat perusahaan yang go public berbadan hukum Perusahaan Terbatas (PT). Sehingga UKM yang masih berbadan hukum CV belum bisa mewujudkan rencana Innitial Public Offering (IPO).

Saat ini, OJK tengah mengkaji berapa minimum dan maksimum aset serta jumlah maupun nilai penawaran saham. Lembaga jasa keuangan tersebut akan memberi kemudahan agar menarik minat UKM masuk ke pasar modal.

“Di ketentuan UU Pasar Modal, ada batasan permodalan, aset dan dana yang dicari lewat pasar modal. Untuk UKM, syarat penawaran umum bagi perusahaan menengah-kecil asetnya Rp 100 miliar dan jumlah penawaran maksimal Rp 40 miliar," ujar Nurhaida di kantornya, Jakarta”, seperti dilansir oleh liputan6.com.

Ojk berencana untuk mengkhususkan papan saham untuk UKM di pasar modal nanti, hal itu dilakukan karena ditakutkan saham UKM tidak akan terlikuid karena sedikitnya jumlah saham dan peminatnya yang belum terlalu banyak.

"Sasaran kita lebih banyak UKM. Makanya perlu ada papan khusus untuk UKM di pasar modal. Kalau masuk di papan reguler enggak akan likuid sahamnya, karena jumlah saham yang beredar sedikit dan peminat enggak banyak. Perusahaan kecil, confident investor belum terlalu tinggi. Jadi nanti ada kondisi khusus atau market maker di pasar mereka," jelas Nurhaida. seperti dilansir oleh liputan6.com. (AGS)

Rekomendasi

Baca Juga