News Merek Kopi jessica Makin Viral, Berani Coba?

Merek Kopi jessica Makin Viral, Berani Coba?

sisiusaha (24/8)

creative people.. Nama Jessica Wongso dalam kasus kematian Mirna Salihin menjadi sangat populer dan menjadi pembicaraan di hampir semua kalangan. Bahkan media memberikan porsi yang sangat besar dalam memberitakan perkembangan perjalanan sidangnya.

Kepopuleran Jessica tidak disia-siakan oleh Sefri Haris, seorang warga Surabaya yang memproduksi kopi dalam kemasan dengan memasang "Jessica" sebagai brand atau mereknya.

Kopi berlabel Jessica ini bikin heboh dunia maya. Kopi tersebut dijual secara online, hingga bikin banyak orang penasaran. Untuk memacu penjualannya, dia mempromosikan produknya lewat media sosial dan langsung mendapatkan banyak tanggapan pembeli. Haris menawarkan kopi tersebut dengan harga Rp 20 ribu, sesuai dengan kemasannya yang diperbesar. Dengan mendirikan CV Ras Muhammad, dia memulai usaha jual beli kopi dalam bentuk sachet tersebut sejak dua bulan lalu.

Tidak mudah untuk mempromosikan produk tersebut. Awalnya, Haris menawarkan kopi buatannya ke sejumlah toko, namun tak semua toko mau menerima. Tetapi, Haris tak menyerah. Dia coba pemasaran online. "Saya taruh di Facebook, malah ramai," kenangnya. "Saya membangunnya sendirian. Kopinya sendiri saya beli dari Jember. Ada robusta, kebanyakan liberica," ujarnya.

Namun Haris mengakui, jika kopinya memang belum memiliki izin. Tepatnya, izin untuk menggunakan foto Jessica Kumala Wongso dalam kemasan kopi tersebut. Alasannya, Haris tidak mengetahui harus mengajukan izin tersebut kepada siapa. Sebab, saat ini Jessica sedang tidak berada di Surabaya.

"Saya tidak punya alamatnya Mbak Jessica. Kalau saya tahu rumahnya yang ada di Jakarta, pasti saya akan mengajukan izin," kata Haris, di kediamannya di Jalan Kedinding Lor, Gang Palem 3, nomor 66, Surabaya, Selasa 23 Agustus 2016. 

Karena itu, apabila terdapat pihak-pihak yang menuntut, atau mempermasalahkan hal itu, Haris siap menghentikan proses produksi kopi itu, Bahkan, dia juga bersedia meminta maaf, karena telah menggunakan foto Jessica tanpa izin. Menurut Haris, apabila nanti digugat atau ditegur pihak Jessica, maka dia akan mengganti merek kopinya itu. Sebab, nama merek kopinya itu hanya sekadar iseng untuk kepentingan marketing. "Produksi ini hanya sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja, tidak lebih," tuturnya.

Sebenarnya, kata Haris, memproduksi kopi itu sudah putus asa, karena selama ini tidak laku ketika dijual ke warung-warung kopi dan toko-toko di sekitarnya. Kopi itu baru dikenal umum sejak dia disarankan oleh salah satu temannya untuk meng-upload ke Facebooknya, sehingga semakin ramai dibicarakan di media sosial. "Sejak di-upload di FB, baru banyak yang pesan dari berbagai daerah," kata dia.

Haris menambahkan, pemasarannya itu lebih banyak melalui Internet, sehingga dia jarang memasarkan atau menjual ke toko-toko dan warung-warung kopi di Surabaya. Sejak dipasarkan di Facebook, dia bisa menjual kopinya itu hingga 2-3 lusin setiap hari. “Dulu hanya satu bungkus tiga hari sekali,” ujarnya.

Ide awal pemberian nama kopi Jessica itu karena tertarik dengan kasus kopi yang mengandung sianida dan menyebabkan kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Kasus ini dinilainya sangat unik karena banyak mengandung teka-teki di dalamnya. "tapi yang pasti, kopi milik saya ini tidak ada sianidanya, ini kopi aman dan sehat," tutur Sefri. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga