Opini 'Bikini' Brand Cemilan Kreatif Tanpa Moral

'Bikini' Brand Cemilan Kreatif Tanpa Moral

sisiusaha (05/8)

creative people.. Akhir-akhir ini kita semua terganggu oleh keberadaan sebuah cemilan, makanan ringan atau snack dengan brand Bikini alias singkatan dari ‘Bihun Kekinian’. Snack ini menuai kontroversi karena bungkusnya yang bergambar perempuan dewasa menggunakan bikini dan tag atau slogannya 'remas aku' menyerupai kalimat porno.

Sesungguhnya kalimat konotasi sering digunakan untuk menciptakan suatu karya. Namun sayangnya konotasi yang sifatnya emosional bisa memercik perhatian publik. Hal ini menjadi dilema karena proses kreatif banyak dipakai oleh orang-orang kreatif dengan tema yang sifatnya konotasi, tujuannya tak lain untuk menjadikan brand yang unik dan kreatif sehingga membuat masyarakat atau konsumen penasaran, tertarik dan akhirnya membeli.

Walaupun penggunaan kata konotasi 'remas' pada tag atau slogan dikemasan produk ini bisa saja diartikan meremas untuk menghancurkan mi, namun di sisi lain, kata remas juga bisa diartikan negatif seperti remas dada. Kata 'remas' di sini dikuatkan dengan kata 'aku', maka penggunaan kata aku yang notabene adalah kata ganti orang memiliki penafsiran yang berbeda dan menimbulkan pro dan kontra.

Penggunaan kata bersayap seperti itu sangat tergantung dengan tingkat penilaian publik, kalau publik mempersoalkan dan heboh menjadi berita seolah-olah itu porno, maka bisa menjadi masalah bagi branding itu sendiri. Akibat kemasan ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut jika kemasan snack ini berbau pornografi. Dari kemasannya Bikini Snack diproduksi oleh Cemilindo Bandung – Indonesia dan dijual seharga Rp. 20.000.

Sebenarnya Bikini Snack bukanlah ditujukan untuk anak-anak tetapi untuk umum. Produk ini sebenarnya ramai dijual di sosial media utamanya instagram. Karena penjualannya secara online maka produk ini telah menyebar ke banyak wilayah seperti Bandung, Sukabumi, Malang, Jambi, Lampung, Cirebon, Bekasi , Surabaya, Purwokerto dan Depok. Kini, dengan semakin ramainya pemberitaan tentang bikini snack, sejumlah marketplace menghapus postingan terhadap produk ini. Akun instagram bikini_snack juga dibuat menjadi private.

creative people.. Perlu diperhatikan ketika ingin menciptakan sebuah brand yang unik dan kreatif, selain memiliki nilai jual tinggi, design, tag atau slogan juga harus memiliki nilai-nilai budaya dan moral. Sehingga mampu mencapai target penjualan yang diharapkan dan dapat diterima tanpa adanya pro atau kontra. Membuat brand agar viral dan popular itu mudah, ciptakan suatu kreatifitas yang kontroversial, namun tanpa mempertimbangkan nilai moral justru akan menjadi masalah dikemudian. (MAB)

Rekomendasi

Baca Juga