News Pembangunan Gedung Creative Center Bandung Dikebut, Ridwan kamil Jadi Mandor

Pembangunan Gedung Creative Center Bandung Dikebut, Ridwan kamil Jadi Mandor

sisiusaha (03/8)

creative people.. Predikat kota Bandung sebagai creative city semakin menunjukkan jati dirinya. Banyak agenda serta program yang sarat akan kreatifitas di kota Bandung berhasil dilakukan. Target kedepan adalah memiliki Gedung Creative Center yang pembangunannya sedang berlangsung dan akan dikebut hingga diharapkan akhir tahun ini sudah bisa selesai.

"Saya ingin menunjukkan bahwa proyek pemerintah harus tepat waktu, hemat biaya dan memang berkualitas," kata Ridwan di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Senin (1/8/2016). Menurut Ridwan, progres pembangunan gedung pusat kreativitas sekarang ini sudah mencapai tahap 15 persen. Hal itu telah sesuai dengan apa yang direncanakan dan disepakati sebelumnya.

"Makanya saya turun langsung untuk mengawasi, dan kalau ini sukses, akan menjadi percontohan, bisa menginspirasi kota-kota lain agar ekonomi kreatif ini lahir karena ada ruang-ruang kreasi," ucapnya. Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku sengaja turun langsung mengawasi jalannya pembangunaan, karena gedung Creative Center merupakan salah satu bangunan yang unik. Dia menyebut, dari sisi pembuatan konstruksi bangunan yang lebih rumit dari bangunan gedung pada umumnya. Sehingga jika cara membangunnya seperti membangun bangunan yang lain, Emil khawatir hasilnya akan biasa biasa aja.
 
Creative center ini bentuknya poligon yang artinya segi banyak. Konstruksinya lebih rumit, kemudian isinya juga tidak biasa. Makanya belum ada di ndonesia. Jadi ini adalah percontohan untuk bangunan unik yang harus jadi istimewa," katanya. Emil mengungkapkan, jika proyek pembangunan gedung Creative Center ini berhasil, akan menjadi percontohan di Indonesia. Sebab di Indonesia sendiri hingga saat ini belum ada gedung Creative Center.
 
"Harapannya sih kalau memang berhasil lancar ingin diresmikan Pak Jokowi ya, karena ini kan  Creative Center pertama di Indonesia. Jadi bisa menginspirasi kota kota lain agar ekonomi kreatif ini, lahir karena ada ruang ruang berkreasi yang disiapkan oleh pemerintah. Di ASEAN hanya Thailand yang punya. Jadi kalau kita bangun, kita yang kedua," kata Emil. Di dalam gedung Creative Center ini rencananya akan dibangun sejumlah fasilitas seperti perpustakaan, galeri untuk menampilkan karya, museum kreatif, amphiteater, ruang belajar, dan beragam studio seperti studio tari, fashion, musik, ICT.
 
"Total ada 10 an ruangan. Kemudian ada ruang kelas untuk belajar mengajar ada sekitar empat kelas. Kemudian ada toko desain yang menampilkan produk terbaik Kota Bandung. Sehingga ketika turis datang kita arahkan untuk melihat contoh terbaiknya tuh ke sana. Kemudian ada bioskop kecil jadi ruang seminar berfungsi untuk menonton juga karya-karya film atau TV dari anak anak Bandung," ungkapnya.
 
Emil menargetkan pembangunan gedung seharga Rp 50 miliar dapat rampung pada akhir tahun ini. Dengan hadirnya Cretive Center ini menjadi salah satu cara untuk mengakselesrasi ekonomi kreatif Kota Bandung. "Minggu depan kita akan mulai persiapan untuk berkomunikasi dengan komunitas kreatif Bandungnya, karena nanti ada ruang-ruang yang harus dikelola misalnya nanti studio musik oleh komunitas musik, studio tari dan macem macem. Targetnya akhir tahun ini selesai," ujarnya. (RED)
Rekomendasi

Baca Juga